17:41 WIB
Rabu, 20 Agustus 2014
Kamis, 18 April 2013 17:42 WIB

Debat Eyang Subur Ini yang Menuai Kecaman Masyarakat Dayak

Syahrial Mayus
Debat seputar ajaran Eyang Subur di TV One (Jaringnews/Cortesy You Tube)
Debat seputar ajaran Eyang Subur di TV One (Jaringnews/Cortesy You Tube)

Ucapan Ferry dinilai melukai perasaan masyarakat Dayak

JAKARTA, Jaringnews.com - Dalam salah satu acara debat televisi yang membahas seputar ajaran Eyang Subur terselip luka bagi masyarakat Dayak.

Sebagaimana diketahui, acara debat di Tv One (15/4) malam, yang dipandu oleh Alfito Deannova itu sepertinya menghadirkan dua kubu yaitu kubu yang pro Eyang Subur beserta pengacaranya, Ramdan Alamsyah. Sementara di kubu lain yang kontra. Hadir juga pengacara Farhad Abbas, dan peserta lainnya sebagai penonton.

Ferry berbicara malam itu setelah dimintai pendapat oleh Alfito sejauh mana tenggapan ia sebagai orang yang bayak tahu tentang Eyang Subur terhadap apa yang disampaikan Arya dan Adi (Adi Bing Slamet).

Terkait perseteruan antara Arya, Adi dan Eyang Subur, Ferry katakan, "semua itu berdasarkan pada dengki", ujarnya malam itu.

Kemudian Ferry melanjutkan penjelasannya. Namun ia di interupsi oleh Arya yang malam itu berdiri berdampingan dengan Farhad Abbas.

Debat malam itu terlihat panas, hingga Alfito menjanjikan akan ada episode khusus antara Farhad Abbas dan Ramdan Alamsyah.

Sampai terkait pertanyaan Alfito darimana Eyang Subur mendapatkan sumber uangnya sebegitu banyak.

Ferry katakan," Anda tanya saja (langsung ke Eyang Subur)".

Jawaban ini langsung menuai tepuk tangan dan teriakan huuuu...

Saat inilah Ferry katakan, "jangan teriak-teriak ya, Anda bukan Dayak!".

Selanjutnya terdengar bentakan keras dari Arya, "diam!.

"Anda yang diam!", ujar Ferry sambil menunjuk Arya.
 
Terkait somasi dari masyarakat Dayak, hingga kini belum ada konfirmasi resmi apakah permintaan itu sudah dipenuhi oleh pihak Ferry.

Sebagaimana diketahui, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Sabran Achmad mengatakan bahwa ucapan Ferry itu telah melukai perasaan warga Dayak yang disamakan dengan hal yang tidak baik. Untuk itu Sabran menuntut Ferry meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukannya tersebut.

"Kami memberi waktu 3 kali dalam 24 jam agar Ferry meminta maaf, atau akan ada tindakan hukum negara dan hukum adat," tegasnya di Palangkaraya, Selasa (16/4) kemarin.

Debat yang menuai kecaman masyarakat Dayak ini dapat disaksikan di You Tube.

(Mys / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini