07:43:46 WIB
Jum'at, 01 Juli 2016
Rabu, 17 April 2013 , 13:13 WIB

Tokoh Dayak Kalteng Somasi Murid Eyang Subur

Maya Selviani
Eyang Subur (Jaringnews/Courtesy You Tube)
Eyang Subur (Jaringnews/Courtesy You Tube)

3 kali 24 jam Ferry harus meminta maaf, atau akan ada tindakan hukum negara dan hukum adat

PALANGKARAYA, Jaringnews.com - Ucapan murid Eyang Subur, Ferry dalam acara debat di salah satu TV swasta Senin (15/4), mengusik ketentraman masyarakat Dayak, terutama di Provinsi Kalimantan Tengah. Pasalnya dalam tayangan itu, Ferry melibatkan suku dengan mengucapkan kalimat "jangan teriak-teriak ya, Anda bukan Dayak!" yang membuat masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng) cukup "panas".

Sejumlah tokoh adat dan masyarakat dari berbagai daerah segera mengadakan pertemuan di rumah Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng di Jalan Pierre Tendean, tidak lama usai berita tersebar. Terlihat utusan organisasi Gerakan Pemuda Dayak Indonesia (GPDI), Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad), Ikrar-Madani dan KMI-KK.

Menyikapi hal itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Sabran Achmad mengatakan bahwa ucapan Ferry itu telah melukai perasaan warga Dayak yang disamakan dengan hal yang tidak baik. Untuk itu Sabran menuntut Ferry meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukannya tersebut.
 
"Kami memberi waktu 3 kali dalam 24 jam agar Ferry meminta maaf, atau akan ada tindakan hukum negara dan hukum adat," tegasnya di Palangkaraya, Selasa (16/4) kemarin.

Bahkan menurut Sabran, permintaan maaf Ferry tidak cukup hanya dengan minta maaf melalui media, namun Ferry juga harus datang ke Kalimantan untuk menyampaikannya secara langsung. Bahkan Sabran mengaku bahwa pihaknya saat ini tengah mencari alamat rumahnya untuk menemui Ferry secara langsung.

Diutarakan Sabran bahwa tak hanya DAD saja yang mensomasi Ferry namun berbagai organisasi adat dan masyarakat melalui DAD Kalteng  juga memutuskan melayangkan somasi kepada Ferry. Mereka meminta murid Eyang Subur ini mencabut kata-katanya melalui media elektronik dan cetak secara nasional. Dalam waktu 3 hari usai pertemuan, isi surat somasi agar dilaksanakan atau akan ada konsekuensi hukum positif negara dan adat. Tidak hanya DAD Kalteng, ujar Sabran, DAD Kalimantan Barat juga sedang merapatkan barisan untuk melakukan langkah serupa.

( Mvi / Mys )

Berita Terkait

Komentar