10:28 WIB
Rabu, 17 September 2014
Sabtu, 26 Mei 2012 10:57 WIB

Menguak Eksotisme dan Mitologi Pegunungan Kyffhäuser di Jerman

Silvia Werner
Panorama pegunungan Kyffhaeuser yang diselimuti hutan luas menghijau terlihat dari puncak menara. Dari puncak menara Kyffhaeuser ini bisa pula dilihat pegunungan Harz dan hutan Thueringen di kejauhan (Jaringnews/Silvia Werner)
Panorama pegunungan Kyffhaeuser yang diselimuti hutan luas menghijau terlihat dari puncak menara. Dari puncak menara Kyffhaeuser ini bisa pula dilihat pegunungan Harz dan hutan Thueringen di kejauhan (Jaringnews/Silvia Werner)

Kyffhäuser menawarkan keunikan alam dan peninggalan budaya masa lalu.

GROSSHERINGEN, Jaringnews.com - Musim semi tiba dan kami menikmati sebuah liburan alam di musim semi yang sangat populer di Jerman. Untuk liburan singkat selam lima hari, kami memutuskan menjelajahi daerah pegunungan Harz dan Kyffhäuser di Jerman Utara. Udara musim semi begitu hangat. Di mana-mana tumbuh bunga dan daun segar di pepohonan. Liburan yang sangat menyenangkan.

Kami menyewa rumah petani yang direnovasi menjadi apartemen di sebuah desa dekat hutan. Tempat yang dimiliki dua seniman dari Belanda ini begitu unik dan penuh dengan lukisan buatan dirinya. Setelah tiba di tempat yang nyaman itu, kami pun langsung merasa rileks.

Pada hari pertama kami mengunjungi Rosarium Eropa di Sangershausen, sebuah taman bunga mawar yang memiliki koleksi bunga terbanyak di dunia. Tiap tahun, mulai akhir  Mei, sebanyak 8,300 macam bunga membuka kuncupnya dan mengharumkan udara di sekitarnya.

Agar anak-anak terlihat senang, saat kami melanjutkan kunjungan ke Taman Rekreasi Eckartsberga. Di sana, ada labirin besar yang terbuat dari pagar alamiah berupa semak-semak. Anak-anak begitu gembira mencari-cari jalan keluarnya. Ada juga summer bobsled track yang sangat menarik dan menghebohkan kalangan anak kecil dan dewasa, tempat bermain untuk anak kecil bertopik dinosaurus dan benteng yang menyediakan kereta keliling, trampolin besar dan benteng asli dengan restoran di dalamnya.

Karena senjadi Eropa pada Mei baru mulai jam sembilan malam, kami lanjut ke pinggir Sungai Saale, salah satu pusat anggur tertimur di Eropa. Di winery Zahn, Desa Grossheringen, kami mencicipi cuvée anggur putih dengan rasa buah kuning, sementara anak-anak juga bisa bermain di playground. Mau apa lagi, memang satu hari yang sempurna.

Hari berikutnya, kami mengunjungi benteng lama raja legendaris Barbarossa yang terletak di tengah hutan di Pegunungan Kyffhäuser. Di atas ukiran raja misterius itu ada patung Raja Wilhelm I. dan menara dengan ketinggian 81 m. Karena cuacanya lagi cerah, kami dapat melihat seluruh wilayah Pegunungan Kyffhäuser yang diselimuti hutan luas, Pegunungan Harz dan Hutan Thüringen di kejauhan dari atas menara tersebut.

Kunjungan  ke pegunungan Kyffhäuser tidak lengkap kalau tidak singgah di tempat penungguan Raja Barbarossa. Di dalam gua dari batu Anhidrit yang terbesar di Eropa  itu, katanya raja legendaris itu tidur dan menunggu sampai tiba saatnya untuk menyelamatkan negeri Jerman. Ceritanya, setiap seratus tahun sekali, Barbarossa bangun dan berkata kepada pengikutnya, “Apakah burung gagak masih mengelilingi gunung Kyffhäuser?” Dan kalau pengikutnya mengiyakan pertanyaan raja tersebut, Barbarossa mendesah, “Berarti saatnya belum tiba saya kembali.”

Saat melakukan penelusuran gua yang sangat menarik selama satu jam itu kami dipandu seorang pendamping. Kami dipandu seorang ahli geologi yang menceritakan banyak hal yang menarik tentang proses pembentukan gua dan mineral-mineral di dalamnya.

Di sekeliling tembok gua itu kami melihat batu alabaster yang besar dan danau yang berwarna-warni.  Highlight untuk anak-anak di tempat ini tentu saja tahta Barbarossa dan mahkotanya yang terletak di atas meja yang terbuat dari batu.

(Sil / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini