03:10 WIB
Kamis, 27 November 2014
Sabtu, 20 April 2013 10:04 WIB

Yenny Rachman: Saya Merinding dan Terharu Mampir ke Jepara

Rhobi Shani
Workshop film di pendopo Kabupaten Jepara mendatangkan artis senior Yati Octavia (kanan), Yenny Rachman, dan Alex Komang, 19 April 2013. (Jaringnews/Rhobi Shani)
Workshop film di pendopo Kabupaten Jepara mendatangkan artis senior Yati Octavia (kanan), Yenny Rachman, dan Alex Komang, 19 April 2013. (Jaringnews/Rhobi Shani)

Yenny hendak menghadirkan Kartini ke tengah-tengah masyarakat lewat film layar lebar.

JEPARA, Jaringnews.com – Di mata aktris senior Yenny Rachman, pahlawan nasional RA Kartini memiliki peran penting dalam percepatan kebangkitan peradaban perempuan di Indonesia. Bagi aktris yang pernah membawakan tokoh RA Kartini lewat film besutan Syuman Djaya di tahun 1984, sosok Kartini selain dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita, juga seorang entrepreneur yang baik.

“Ada kerinduan tanpa disengaja dan direncanakan saya harus kembali lagi ke sini (Jepara, red) sebelum saya membuat film tentang Kartini. Kartini pernah dipingit di sini (di lingkungan pendopo kabupaten), jadi tanpa disengaja ada aspek spiritual, saya merinding, terharu kok saya harus mampir kesini dulu,” ujar Yenny Rachman, Jum’at (19/4).

Lebih lanjut aktris yang pernah menyabet gelar Pemeran Utama Wanita Terbaik 1980 lewat film Kabut Sutra Ungu menceritakan, kedatangannya ke Kabupaten Jepara kali ini merupakan bagian dari menggali dan beradaptasi pada lingkungan tempat Kartini dibesarkan. Pasalnya, Yenny hendak menghadirkan Kartini ke tengah-tengah masyarakat lewat film layar lebar.

“Dulu hampir setahun saya di Jepara untuk beradaptasi dengan lingkungan dan budaya dimana Kartini pernah dibesarkan. Dan sekarang saya berkeinginan mengangkat Kartini lewat layar lebar, saya harus sowan dulu ke Jepara,” papar Yenny, di hadapan ratusan peserta workshop film.

Untuk mewujudkan keinginanya, Yenny mengadakan lomba penulisan Cerpen yang bertema tentang Kartini. Hal itu untuk menggali sisi lain dari pahlawan wanita yang meninggal di usia 25 tahun itu. Nantinya, dari Cerpen-cerpen itulah skenario film tentang Kartini dibuat.

“Jadi untuk mengenang dan menumbuhkan semangat Kartini harus dibuat film Kartini, tidak hanya di era saya (tahun 1980-an, red) biar anak-anak sekarang tahu Kartini tidak hanya sekedar dari lagunya, tetapi dapat memaknai esensi apa yang ada didalam pemikiran Kartini, apa yang ada diperjuangkan Kartini,” pungkas Yenny.

(Rhs / Ara)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari