23:05 WIB
Senin, 24 November 2014
Kamis, 20 Desember 2012 10:00 WIB

Review Film

Habibie & Ainun: Sisi Romantisme dan Baik Seorang Insinyur

Chandra Harimurti
BJ Habibie, Jakarta, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)
BJ Habibie, Jakarta, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)

Di antara film-film MD Picture, bisa dikatakan film ini paling serius digarap

JAKARTA, Jaringnews.com - Kehidupan cinta seorang Presiden RI ketiga Baharuddin Jusif Habibie dan Hasri Ainun Besari dituangkan dalam sebuah film. Kisah ini juga yang sudah ditungkan dalam buku 'Habibie & Ainun'.
 
Film ini patut ditonton mulai 20 Desember 2012. Sebab akan banyak pengalaman baru menonton film biografi. Meski ini bukan film biografi pertama di Indonesia, sebelumnya ada 'Catatan Soe Hok Gie' garapan Miles Film. Hanya saja khusus 'Habibie & Ainun', gank Punjabi mengklaim ini menyuguhkan cerita hampir 100 persen sama seperti kisah percintaan BJ Habibie dan almarhum istrinya, Ainun.
 
Tak perlu dibahas sinopsis ceritanya, sebab kisah ini sudah diucapkan berulang kali oleh Habibie di media massa atau di program yang mengupas kehidupan Ainun dan Habibie. Film ini jelas mengisahkan awal mula pertemuan Habibie dan Ainun di Bandung, bagaimana tatapan pertama sejak Habibie pulang ke Indonesia dari kuliahnya di Jerman. 
 
Cerita ini juga mengisahkan bagaimana masa-masa sulit Habibie dan Ainun di Jerman dengan dua orang anak. Sampai pada akhirnya Ainun ditinggal Habibie ke Indonesia. Sampai Habibie menjadi Menteri Riset dan Teknologi dan Presiden Kedua, sampai saatnya berhenti sebagai presiden. Sampai mereka menetap di Jerman.
 
"Saya sudah menakankan kepada Pak Manoj Punjabi (Produser) kalau saya ingin film ini mirip dengan kisah saya di buku, jangan ada yang dilebihkan dan jangan ada yang dikurangkan," begitu kata Habibie dalam setiap kesempatan.
 
Dan memang betul, setting dan dialognya persis seperti kejadian sebenarnya kehidupan Habibie dan Ainun. Bahkan sampai surat sumpa Habibie saat kerkena TBC di Jerman. Habibie bersumpah akan kembali ke Indonesia dan menjadi warga negara Indonesia meski menetap di Jerman. 
 
Di antara film-film MD Picture, bisa dikatakan film ini paling serius digarap. Di lihat dari warna dan komposisi gambar sangat dibuat detail. Terlebih film ini digarap di 4 tempat sekaligus, yaitu di Jerman, Bandung, Jakarta, dan Jogjakarta. 
 
Selain itu pemilihan Reza sebagai Habibie, sudah sangat sempurna. Itu juga yang dikatakan Habibie seusai gala premier Habibie dan Ainun di XXI Plaza Senayan, Selasa (19/12) malam. Bukan hanya Habibie yang menilai, cucunya yang masih berusia 7 tahun pun sedikit cemberut melihat Reza bergerak-gerik seperti eyangnya di lokasi syuting.
 
"Cucu saya ini bilang saat saya ajak ke lokasi syuting, 'eyang kenapa dia kayak eyang aja?'. Itu terucap dari cucu saya tanpa saya tanya," ujar Habibie yang duduk di sebelah cucunya itu.
 
Namun agak sedikit mengecewakan dengan akting Bunga Citra Lestari. Seperti kurang pas memerankan Ainun yang tenang dan tidak terlalu ekspresif. Meski penilaian Habibie, Unge, panggilan akrab BCL, sempurna-sempurna saja. Bunga tidak masalah saat menjadi Ainun muda, meski badannya agak terlihat lebih gemuk dari Ainum muda aslinya. Terlebih saat menjadi Ainun tua, Unge makin tidak pantas. Bagaimana jika yang menjadi Ainun adalah arktris yang hampir berkepala 3?
 
Untung saja akting Unge yang tak maksimal tertutup dengan dialog demi dialog Reza sebagai Habibie yang romantis dan berbeda. Mungkin setiap kata-kata Habibie di film itu bisa menjadi gaya baru gaya romantis kaum muda mudi masa kini. Di tambah 'Cinta Sejati' ciptaan Melly Goeslaw yang tidak kalah membuai aroma asmara seisi bioskop.
 
Satu hal lagi. Ada yang begitu mengganggu originalitas film itu. Apa itu? Yah iklan sponsor yang menjadi bagian dari film. Penempatannya tidak tepat dan begitu menghancurkan historis film biografil. Terlebih produk-produknya ada di zaman sekarang, bukan di tahun 2000 ke bawah. Mungkin masukkan saja buat pembuat film untuk tidak asal memasukkan sponsor di film.
 
Terakhir, ehm.... Anda tidak perlu membawa tissue. Sebab akan banyak terbuang jika menonton film ini. Lebih baik sapu tangan.
(Chm / Mys)
Diurutkan berdasarkan:
Kamis, 20 Desember 2012 16:34 WIB
puji lestari

bener bgt..acting bunga ga memuaskan, tp untung ketutup acting reza rahadian keren abiis,,

Sabtu, 22 Desember 2012 05:53 WIB
Taufik Amin

Filmnya bagus tapi agak sedikit seperti dokumenter. terlalu memaksakan mirip dengan buku kurang kreativitas. walaupun begitu film ini tetap bagus

Sabtu, 22 Desember 2012 05:55 WIB
Taufik Amin

Reza rahardian keren abis, aktingnya luar biasa tak ada yang bisa merenanin tokoh habibie seperti dia.Reza is my favorite aktor

Jumat, 25 Januari 2013 18:50 WIB
zulyan

reza keren banget,, buat kita terpesona.

Jumat, 25 Januari 2013 18:56 WIB
ara

cukup menguras air mata terharu melihat filmnya best buat para pemainnya

Jumat, 25 Januari 2013 19:05 WIB
anjun

serasa ikut terbawa peran habibie selamat atas suksesnya film ini

Kamis, 31 Januari 2013 01:05 WIB
Mohamad Romli

Pak Habibie itu presiden ke-3 setelah Bpk.Ir.Soekarano dan bpk.Mayjen Soeharto.

Kamis, 7 Maret 2013 22:04 WIB
dalin

gue berharap dan berdo'a suatu saat nanti pak habibi dan almarhum buk ainun dipertemukan lagi disurga. amin

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini