11:22 WIB
Senin, 20 Oktober 2014
Rabu, 14 November 2012 11:51 WIB

Dampak Keputusan MK, Abaikan Kepentingan Nasional

Ralian Jawalsen Manurung
Dewi Aryani, Anggota Komisi VII DPR RI (Jaringnews.com/Ralian)
Dewi Aryani, Anggota Komisi VII DPR RI (Jaringnews.com/Ralian)

Keputusan MK mengakibatkan usaha-usaha yang dijalankan BP Migas ilegal.

JAKARTA, Jaringnews.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Dewi Aryani mempertanyakan putusan Mahkamah Konstitusi soal Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas (BP Migas) yang dinyatakan inkonstitusional karena dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Akibat putusan MK tersebut tentunya akan berdampak pada legalitas dari proyek-proyek yang dijalankan oleh BP Migas selama ini. Dengan demikian dampak dari keputusan MK, maka berbagai proyek yang dijalankan BP Migas ilegal.

Menurutnya, dampak dari putusan MK tersebut mengakibatkan investasi BP Migas di hulu yang dilakukan sejak tahun 2002 menjadi ilegal.

"Jadi investasi yang ada dihulu sejak tahun 2002 adalah tidak legal. Cost recovery tidak perlu dibayar oleh negara, kalau dibayar menjadi pidana. Nah efek ini harus diperhitungkan juga," kata Dewi, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/11).

Seharusnya MK, kata Dewi, meminta pendapat terlebih dahulu kepada DPR RI karena hal ini berkaitan dengan UU Migas yang adalah produk legislator dimana tertuang dalam pasal 20 UUD 45.

"Saya rasa semestinya DPR RI dimintai pendapatnya dulu berkaitan dengan isi UU Migas karena UU adalah produk dari legislator. Sesuai dengan pasal 20 dalam UUD 1945 : Pasal 20 (1) : tiap-tiap UU menghendaki persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat." Jelasnya.


Seharusnya lebih mengedepankan kepentingan nasional, dengan menghitung resiko-resiko besar yang akan terjadi sebelum MK memutuskan bubar atau tidaknya BP Migas dan BPH Migas.

"Kita harus menghitung resiko-resiko yang besar sebelum memutuskan bubar tidaknya BP Migas dan BPH Migas." tandasnya.

(Ral / Ral)

Berita Terkait

  • Tidak ada berita

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari