05:55 WIB
Jumat, 31 Oktober 2014
Sabtu, 4 Februari 2012 12:48 WIB

Dobrak Tradisi, Daniel Harahap Calonkan Diri Jadi Ephorus HKBP

JaringNews
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap
Pdt Daniel Taruli Asi Harahap

Daniel Taruli Asi Harahap mencanangkan perlunya peubahan di HKBP, bila gereja terbesar di Asia Tenggara itu tak ingin digilas zaman.

JAKARTA, Jaringnews.com - Pendeta Daniel Taruli Asi Harahap, pendeta yang memimpin gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Serpong mendobrak tradisi lama dan membuka sejarah baru dengan mencalonkan diri sebagai pemimpin tertinggi atau disebut juga Ephorus pada gereja terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah anggota jemaat 4 juta orang di seluruh dunia tersebut. Pemilihan itu sendiri baru akan dilangsungkan di Tarutung, Sumatera Utara, September 2012 nanti.

Pengumuman pencalonan ia lakukan lewat sebuah seminar yang dihadiri lebih dari 300 anggota jemaat HKBP dari Jabodetabek, disponsori oleh Forum Nauli Bulung di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (4/1).

Seminar itu mengambil tema, 'Muba Manang Mago' (Berubah atau Lenyap), mencerminkan visi Daniel Harahap akan perlunya perubahan besar di lingkungan gereja kaum Batak itu bila tidak ingin lenyap digilas zaman.

"Kita ingin HKBP yang lebih baik dalam segala hal. Dan kami merasakan besarnya kerinduan akan adanya pembaruan di HKBP dari berbagai lapisan masyarakat," kata Daniel Harahap, penyandang magister teologia dari Sekolah Tinggi Teologia Jakarta itu.

Daniel mengakui, pencalonan dirinya ini memang preseden baru dan mendobrak tradisi lama. Tetapi ia yakin ini justru akan memberikan perbaikan bagi HKBP ke depan. "Saya percaya bahwa ini adalah gereja milik Tuhan dan bukan milik pendeta atau sementara kalangan. Karena itu bila pemilihan ephorus HKBP dilakukan secara terbuka, dengan niat yang tulus dan disampaikan secara santun, tradisi seperti ini akan membangun HKBP lebih baik dan transparan sebagai gereja Tuhan," kata Daniel kepada Jaringnews.

Daniel dapat disebut mendobrak tradisi karena selama ini pengumuman pencalonan jadi ephorus dilakukan di forum Sinode Godang, suatu forum sejenis muktamar yang dihadiri seluruh pendeta dan utusan jemaat seluruh HKBP. Daniel juga merupakan pendeta setingkat resort, berada paling tidak dua level di bawah ephorus, karena secara struktural pendeta resort berada di bawah pendeta distrik, yang mempunyai atasan langsung ephorus.

Dalam paparannya yang disampaikan secara hidup menggunakan piranti multimedia yang memikat, Daniel Harahap menawarkan delapan agenda transformasi HKBP 2020. Kesemua agenda tersebut mencirikan perlunya HKBP dikelola dengan menggunakan manajemen modern secara terukur dan transparan.

"Saya sudah sampai kepada kesimpulan, bahwa yang kekal itu adalah Tuhan. Dan HKBP harus berubah jika ingin tetap bertahan," kata Daniel, yang di kalangan HKBP populer lewat khotbah dan renungannya yang dipublikasikan lewat situs pribadi dan akun facebook-nya. Gereja HKBP Serpong yang dipimpinnya beberapa tahun belakangan ini, berhasil ia transformasikan menjadi gereja khas Batak dengan manajemen modern dan terbuka, sehingga banyak diacu oleh jemaat-jemaat lain di lingkungan HKBP seantero Indonesia.

Dalam salah satu elaborasinya tentang pembaruan hubungan gereja dengan politik dan negara, ia mengatakan, "HKBP bukanlah dan tidak pernah boleh menjadi agen, perpanjangan tangan atau subordinasi politik manapun."

Di bagian lain ia mengatakan, "Pimpinan HKBP juga harus membuat aturan tegas melarang pendeta HKBP untuk menjadi pengurus partai politik dan atau caleg atau pejabat eksekutif maupun judikatif."

Selanjutnya Daniel Harahap mengajukan perlunya pembaruan di sejumlah bidang, termasuk dalam pengelolaan keuangan HKBP. Ia juga mengusulkan sejumlah amandemen atas berbagai peraturan di HKBP, termasuk misi dan visinya.

Ia juga mengatakan, HKBP harus melihat pluralisme sebagai keniscayaan dan anugerah Tuhan. Karena itu HKBP harus merasa terpanggil membangun dan melayani di tengah masyarakat yang plural tersebut.

Daniel tidak secara spesifik mengungkapkan seberapa besar dukungan yang telah ia peroleh atas pencalonannya ini. Ia mengatakan, suara yang menginginkan perubahan di HKBP tidak terbatas milik sekelompok orang tapi seluruh umat.

"Bila Tuhan berkenan, dan jika diberi diberi kesempatan dipilih jadi Ephorus HKBP, saya menyatakan siap. Dan bila diperlukan adanya pakta integritas yang menyatakan saya tidak akan memperkaya diri sendiri dengan jabatan ini, saya akan tandatangani," kata Daniel, yang kisah hidupnya telah ia abadikan lewat memoar berjudul Anak Penyu Menggapai Laut.

(Ben / Nky)
Diurutkan berdasarkan:
Sabtu, 4 Februari 2012 18:24 WIB
Gaya Hutasoit

Doaku semoga niat ini dapat terkabul. Hidup HKBP

Minggu, 5 Februari 2012 11:09 WIB
bresman marpaung

Sulit sekali mendapatkan perubahan dalam organisasi gereja yg homogen asal sukunya apalagi batak yg didominasi hosom, teal. Elat dohot late. Tapi ya, anggaplah yg dibuat bung Daniel ini sebagai suaru gejala positif aja, sekali lagi: gejala, belum cermin yg sebenarnya, daripada sering dengar parbadaan non dogmatika, ruas yg dominan menguasai gereja dan pendeta yg takut berkata dan bertindak benar karena kekhawatir harta duniawi

Minggu, 5 Februari 2012 17:36 WIB
edison siahaan

Setiap kali melihat tulisan dan mendengar transformasi hkbp 2020 terkait dengan pencalonan pdt.dta harahap menjadi ephorus hkbp, saya senantiasa berkata "gradual". Awali dulu dengan pencalonan sekjen dan terpilih, sebagai ajang utk sosialisasi pd 4 tahun pertama sekjen dan baru terapkan pd 4 tahun kedua sebagai ephorus. Jargon "muba manang mago" bukanlah label hkbp sbg gereja Tuhan.

Senin, 6 Februari 2012 09:37 WIB
Victor Hutauruk

Mimpi dapat menjadi kenyataan kalau mau bekerja keras. Memang harus tulus dan jujur. Berjuanglah dalam nama-Nya. Tuhan memberkati.

Senin, 6 Februari 2012 10:37 WIB
Hutapea Labuboti

gereja HKBP memang perlu mengalami perubahan dan perbaikan di beberapa aspek. suatu tugas yang tidak mudah dan cenderung dipandang pesimis. namun kalau Tuhan memelihara HKBP selama 150 tahun,saya percaya pergumulan ini akan menjadi satu jalan menuju perbaikan di masa depan.. maju terus amang Harahap, bialah kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam pencalonan amang sebagai Ephorus yang baru

Senin, 6 Februari 2012 13:35 WIB
flora

yang perlu diatur adalah persyaratan untuk mejadi calon ephorus,sehingga amang pdt bisa melampauinya, setelah itu baru penyampaian visi dan misi atau apapun judulnya , yang menjadi pertanyaan saya apakah pemilih akan memilih calon yang mempunyai visi dan misi atau ada hal-hal lain yang lebih diutamakan.

Selasa, 7 Februari 2012 09:54 WIB
Sirait

Maju terus amang... ini yg plng aku suka: "Di bagian lain ia mengatakan, "Pimpinan HKBP juga harus membuat aturan tegas melarang pendeta HKBP untuk menjadi pengurus partai politik dan atau caleg atau pejabat eksekutif maupun judikatif."

Sabtu, 18 Februari 2012 09:26 WIB
Sebastian Hutabarat

Tidak mudah memimpin anak anak raja raja dunia... Hanya raja diatas segala Raja yg sanggup melakukannya. Terima KasihAmang, sdh mengingatkan siapa pemilik Gereja besar kita ini yang sesungguhnya. sehingga kita semua hanya mengambil peran sebagai 'parhobas', sebagai pelayan diladangnya. semoga makin banyak, Pendeta kita, dan para pemilih yang menggunakan 'mata hati'nya untuk memilih wakil Tuhan yg akan memimpin Gereja Bolon kita ini, Selamat Melayani Amang

Jumat, 2 Maret 2012 12:42 WIB
Daniel Lubis

Saya berharap kepada utusan Sinode dari tiap Ressort/Distrik terbua untuk perubahan. Jika tidak, niat baik Pdt. Harahap bakal kandas.

Minggu, 8 Juli 2012 09:21 WIB
Sabar.P.Sihotang

Horas amang....kami sangat mendukung ide amang tentang Trasformasi....jadi usulan kami,kalau memang amang berkeinginan coba amang dengan cara mengadakan pertemuan secara khusus dengan para Pdt pdt yang lain ,dan mencoba mencari jalan keluar,maju terus amang...demi HKBP yang kita cinta dan terutamabagi kemulian Tuhan kita Yesus Kristus,Amin.

Jumat, 3 Agustus 2012 17:14 WIB
dublin jireh siregar

inilah sebenarnya yang dinantikan di hkbp agar bisa berkembang dan eksis melayani ditengah tengah umat

Sabtu, 8 September 2012 15:42 WIB
Jonni Mangihuttua Silaen

Ini suatu terobosan baru, setidaknya HKBP harus sudah mulai memandangnya sebagai suatu masukan yang harus dipertimbangkan ke depan, ingat "HARUS" menjadi pertimbangan di Sinode tahun 2012, dan diimplementasikan di sinode tahun 2016, kalau HKBP mau tetap exist, mauliate

Sabtu, 15 September 2012 11:24 WIB
rantau siregar

horas. sy baru membaca agenda transformasi ini. sy sepakat dalam banyak hal.Dan sy melihat ruang lain yang juga krusial, yakni perempuan dalam rangka kesetaraan gender. mauliate

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini