05:22 WIB
Jumat, 19 Desember 2014
Senin, 7 April 2014 13:23 WIB

Tolak jadi Cawapres Prabowo, Anies Baswedan Bakal jadi Menteri di Kabinet Jokowi?

Helena Tan
A.S.Hikam (Foto: Akun facebook A.S. Hikam)
A.S.Hikam (Foto: Akun facebook A.S. Hikam)

Anies Baswedan menegaskan bahwa masa lalu Prabowo terkait tragedi 1998, tidak bisa dipungkiri. Proses hukum dalam kasus itu, harus tetap berjalan.

JAKARTA, Jaringnews.com - Sikap tegas Anies Baswedan yang menolak dengan tegas apabila ditawari menjadi cawapres untuk Prabowo Subianto, capres Partai Gerindra, mendapat tanggapan luas. Tanggapan itu antara lain datang dari A.S. Hikam pengamat politik yang rajin memberikan catatan seputar berita Pemilu lewat page facebooknya.

Menurut A.S.Hikam, penolakan itu menunjukkan bahwa Anies memiliki integritas dan prinsip. Oleh sebab itu perlu mendapat dukungan luas. "Inilah sosok calon pemimpin yang menurut saya perlu mendapat dukungan luas. Tetapi pemimpin masa depan bukan berarti hanya capres saat ini. Bisa saja cawapres, atau bahkan seorang menteri yg posisinya strategis," kata A.S.Hikam. Pernyataan itu mendapat 62 komentar, 300 like dan 49 share di fans pagenya.

Menurut Hikam yang pernah menjadi menristek di era Presiden Abdurrahman Wahid, alasan Anies Baswedan menolak dipasangkan dengan Prabowo patut dicatat. Media mengutip Anies Baswedan yang mengatakan, "Jika orang itu bermasalah, mengapa harus menjadi bagian dari. Apakah masalahnya kriminal, membanjiri daerah dengan lumpur, itu semua masalah. Kita justru jangan jadi bagian dari yang bermasalah."

Anies Baswedan juga menegaskan bahwa masa lalu Prabowo terkait tragedi 1998, tidak bisa dipungkiri. Proses hukum dalam kasus itu, harus tetap berjalan.

Menurut A.S. Hikam, sikap jelas dan tegas Anies Baswedan diperlukan oleh bangsa Indonesia saat ini. "Apakah AB mengincar posisi wapres Jokowi? Why not!? AB memenuhi persyaratan itu. Kelemahan satu-satunya dari AB (dalam konteks ini) adalah tidak punya dukungan parpol maupun garis organisasi massa di belakangnya. Tetapi Wapres sekarang, Prof. Dr. Boediono, juga bukan orang parpol dan bukan orang ormas," tutur dia.

(Hal / Ben)
Diurutkan berdasarkan:
Senin, 7 April 2014 14:31 WIB
nugraha yusuf

nyari aman ya pak?

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini