07:56 WIB
Sabtu, 1 November 2014
Sabtu, 15 Maret 2014 16:02 WIB

Pemilih Pindah Coblos TPS Cukup Serahkan KTP

Adi Suprayitno
KTP (Jaringnews/Syahrial Mayus)
KTP (Jaringnews/Syahrial Mayus)

Setelah dipastikan nama pemilih masuk dalam DPT (daftar pemilih tetap), maka form A-5 akan diserahkan kepada pemilih yang bersangkutan.

SURABAYA, Jaringnews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur mempermudah calon pemilih yang pindah coblos. Syaratnya mudah, pemilih hanya menyerahkan KTP kepada KPU kabupaten/kota setempat.

Komisioner KPU Jatim Divisi Teknis dan Data, Choirul Anam mengatakan, pengajuan pindah paling lambat adalah pada 26 Maret 2014 atau H-14 sebelum pemcoblosan. Pemilih cukup ke KPU kabupaten/kota setempat dengan membawa KTP dan KTM (kartu tanda mahasiswa) bagi mahasiswa. “Pemilih tak perlu mengurus di tempat asal. Misalnya mahasiswa asal Kalimantan yang kuliah di Surabaya, hanya perlu ke KPU Surabaya saja dengan membawa KTP dan KTM. Mereka nanti akan mendapatkan form A-5 untuk mencoblos di TPS dekat kosannya,” ujarnya.

Menurut Anam, proses pendaftaran coblos pindah ini sangat memudahkan pemilih. KTP pemilih akan diperiksa oleh petugas melalui sisdalih (sistem data pemilih) milik KPU yang online seluruh Indonesia. Setelah dipastikan nama pemilih masuk dalam DPT (daftar pemilih tetap), maka form A-5 akan diserahkan kepada pemilih yang bersangkutan.

Setelah itu, pemilih langsung membawa form A-5 kepada PPS (panitia pemungutan suara) tingkat desa/kelurahan. Selanjutnya PPS akan menentukan TPS (tempat pemungutan suara) untuk pemilih tersebut. “Diusahakan TPS-nya dekat dengan domisili pemilih. Itu yang tahu dan atur PPS dan KPPS,” kata dia.

Menurut Anam, ada enam kelompok pemilih yang diperbolehkan pindah coblos. Mereka adalah mahasiswa atau pelajar, pekerja yang bertugas keluar daerah, pasien rawat inap, tahanan rutan maupun lapas, pindah domisili, dan orang yang menjadi korban bencana alam. “Prosesnya sudah sangat mudah. Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menggunakan hak pilih,” terang dia.

Pria asal Bangil Pasuruan ini menjelaskan, khusus pasien rumah sakit dan tahanan ada perlakuan khusus. Petugas TPS terdekat akan mendatangi rumah sakit, rutan, maupun lapas. Ini untuk memudahkan mereka menggunakan hak pilihnya. “Tapi petugas tidak akan keliling. Mereka akan stand bye di titik tertentu, pemilih pindah coblos nanti yang datang ke petugas,” ungkapnya.

(adsp / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini