12:45:02 WIB
Senin, 27 Juni 2016
Sabtu, 21 Desember 2013 , 16:31 WIB

Jembatan Bajarum di Kotawaringin Timur Rusak Tersenggol Tongkang

Syahrial Mayus
Rusaknya jembatan
Rusaknya jembatan

Dalam waktu dekat jembatan ini dikhawatirkan akan ambruk

SAMPIT, Jaringnews.com -  Sebuah jembatan rusak berat akibat tersenggol kapal tongkang di Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Akibat senggolan keras kapal tongkang tersebut, jembatan Bajarum rusak parah. Beberapa bagiannya retak-retak dan dikhawatirkan akan ambruk.

Kejadian ini dibenarkan oleh Fadlian Noor, mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur melalui BlackBerry Messenger-nya, Sabtu (21/12).

"Betul, Jembatan Lintas Kalimantan (Prov. Kalteng), jembatan beton, panjangnya kurang 400m," ujar Fadlian.

"Kejadiannya sekitar jam 01.00 WIB malam tadi. Tongkang bauksit menghantam Jembatan Bajarum Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotim. Yang kena adalah pender di pilar jembatan betang 100m ke arah Palangka. Berakibat batang pilar retak dan file cap pecah, dan kerenggangan berjalan terus, ekspansen joint terganggu. Mengakibatkan jembatan akan runtuh di bentang 100m", katanya.

Jembatan itu terbentang diatas sungai Mentaya. Sungai Mentaya selama ini juga merupakan lintas arus transportasi melalui sungai menuju pedalaman di kabupaten Kotim.

Dimana Sungai tersebut dapat Menghubungkan beberapa Kecamatan di wilayah utara Kabupaten Kotim yaitu Kecamatan Cempaga/Cempaca Mulia. Kecamatan Cembaga Hulu, Kecamatan Parenggean, Kecamatan Mentaya Hulu, Kecamaan Tumbang Kalang. Selanjutnya, Kecamatan Telaga Antang, Kecamatan Tualan Hulu dan Sebagian Kecamatan Kota besi.

"Kurang lebih 9 kecamatan dilalui oleh sungai tersebut. Otomatis Kondisi sekarang tidak bisa dilalui, di khawatirkan ambruk", jelas Fadlian.

Sungai ini berperan membawa barang - barang atau bahan galian tambang misalnya biji besi, bauksit dan angkutan CPO.

Senada dengan Fadlian, Setda Katingan, Jainudin Sapri juga membenarkan adanya kejadian tersebut. "Sejauh ini belum diketahui adanya korban dalam peristiwa tersebut", kata Jainudin melalui sambungan telepon.

"Tak ada pengalihan arus, karena itu jalan jalur darat satu-satunya", jelas Jainudin Sapri.

Tak ada pengalihan arus kendaraan di jalur darat, karena itu satu-satunya jalan darat. Bagi masyarakat yang ingin bepergian mungkin bisa menggunakan jalur sungai.

"Tapi jalur sungai masih bisa digunakan untuk ferry, karena jembatannya tak ambruk, jadi masih bisa dilalui di bawahnya", sambungnya.
 

( Mys / Mys )

Berita Terkait

Komentar