15:13 WIB
Senin, 22 September 2014
Selasa, 19 November 2013 18:23 WIB

Indonesia Akan Ambil Sikap Lanjutan Soal Sadapan Australia

Chandra Harimurti
Nadjib Riphat Kesoema (Jaringnews/ Eben Siadari)
Nadjib Riphat Kesoema (Jaringnews/ Eben Siadari)

Malam ini rencananya Nadjib akan bertemu dengan Marty melakukan konsolidasi soal penyadapan.

JAKARTA, Jaringnews.com - Pemerintah Indonesia akan mengambil sikap lanjutan terkait penyadapan yang dilakukan Australia kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara serta sejumlah menteri dan pejabat. Sampai saat ini evaluasi sikap terus dilakukan.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan saat ini pemerintah pusat tengah menunggu Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema kembali ke Indonesia. Malam ini rencananya Nadjib akan bertemu dengan Marty melakukan konsolidasi soal penyadapan.

"Saya kira kita akan terus ambil langkah-langkah yang kita evaluasi secara terukur, kita masih menunggu dubes kita datang juga dari Canberra. Kami akan konsultasi, akan dengar. Sementara itu disamping menarik Dubes juga akan mereview ulang hubungan Indonesia dan Australia secara umum. Bukan cuma di bidang pertukaran informasi dan intelijen, untuk memastikan tidak business as usual, tidak seperti biasanya," kata Marty di Kantor Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/11).

Marty mengatakan pihaknya juga akan mencari tahu soal motif menyadapan yang dilakukan Australia kepada Indonesia. Sebab dia mengatakan penyadapan yang dilakukan negara kepada negara lain adalah pelanggaran etika internasional.

"Fokus kita adalah sadap penyadapan, sesuatu yang tidak lazim, melanggar hukum, sesuatu yang melanggar HAM, hak privat seorang individu, melanggar, menciderai, merusak hubungan bilateral Indonesia-Australia. Dan yang bertanggungjawab hanya satu, yaitu Australia," jelas Marty.
 

(Chm / Nvl)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini