08:33 WIB
Kamis, 23 Oktober 2014
Senin, 7 Oktober 2013 17:28 WIB

Satgas PTPN Unjuk Gigi Tolak Penambangan Pasir Besi di Jepara

Rhobi Shani
Diklat Satgas oleh Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) PTPN IX Persero Tanaman Tahunan Jawa Tengah di kawasan Banyu Towo wilayah PTPN IX Balong Beji-Kalitelo Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, Senin, 7 Oktober 2013. (Jaringnews/Rhobi Shani)
Diklat Satgas oleh Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) PTPN IX Persero Tanaman Tahunan Jawa Tengah di kawasan Banyu Towo wilayah PTPN IX Balong Beji-Kalitelo Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, Senin, 7 Oktober 2013. (Jaringnews/Rhobi Shani)

Siap bantu bersihkan alat berat milik PT PRM.

JEPARA, Jaringnews.com - PT Perkebunan Nusantara IX Balong Beji-Kalitelo bersama warga keukeuh menolak terhadap penambangan pasir besi oleh PT Pasir Rantai Mas (PRM). Ini dibuktikan dengan diadakanya pendidikan dan latihan Satgas oleh Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) PTPN IX Persero Tanaman Tahunan Jawa Tengah di kawasan Banyu Towo wilayah PTPN IX Balong Beji-Kalitelo Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, Senin (7/10). Jumlah keseluruhan satgas yang ikut latihan sebanyak 150 personil Satgas, semuanya dari FSPBUN IX Tanaman Tahunan Jawa Tengah.

Pengerahan satgas ini nampaknya sebagai unjuk kekuatan terhadap PT PRM. Pasalnya sampai dengan deadline pengosongan alat-alat berat milik PT PRM dari lahan PTPN IX Balong Beji-Kali telo 31 Juli lalu, hingga hari ini, Senin (7/10) siang, alat-alat berat milik tambang pasir besi PT PRM masih ada. Walaupun menurut kabar sebagian alat beratnya sudah mulai dikurangi perusahaan tambang pasir itu.

Tidak hanya itu, unjuk gigi sebagai penolakan pasir besi ini juga ditunjukkan dengan pemasangan papan besi bertuliskan Satgas FSPBUN IX Tanaman Tahunan Siap Mengamankan Seluruh Aset Milik Perusahaan dilahan PTPN IX Balong Beji-Kalitelo yang sebelumnya ditambang pasir besi oleh PT PRM.
 
Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN)PTPNIX Tanaman Tahunan Jawa Tengah Persero Jawa Tengah Budiono  saat ditemui mengaku jika diminta membantu membersihkan alat-alat berat PT PRM, pihaknya siap.

"Awalnya dengan PT PRM kerjasama baik dengan PTPN, tetapi dalam perjalananya lingkungan kami banyak yang rusak. Kami siap membantu memindahkan alat berat jika memang PT PRM menghendaki. Tentunya bersama pihak kepolisian. Tetapi saat ini kami masih wait and see. Kami mengikuti aturan dari direksi (PT PN)," ujar  Budiono.

Adanya Diklat yang kedua ini diakuinya bagian dari pengamanan Persero Tanaman Tahunan Jawa Tengah adanya kelompok oknum tertentu masyarakat yang tidak bertanggung jawab yaitu menjarah dan mencaplok wilayah PTPN.

"Saya dan kami sebagai pekerja, punya kepentingan mengamankan aset. Walaupun (pengamanan) tidak diminta manajemen. Itu merupakan kepentingan kami, karena kami dan anak cucu kami makan dari sini," tegas Budiono.

Selain pengamanan wilayah, dalam Diklat itu ada materi lainnya, diantaranya materi soal bencana, penyelamatan bencana, kediplinan, dan bela diri. Materi ini langsung disampaikan oleh narasumber dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah dibantu personel Polres Jepara.

"Tugas Satgas juga mengamankan wilayah dari internal maupun ekternal (PTPN (Persero), red). Ketika nanti ada musibah bencana merapi, satgas ini juga siap diterjunkan," urai Budiono.

Administator PTPN IX (persero) Balong Beji-Kalitelo Sunaryo mengatakan sejak beropersinya PT PRM sekitar 2005 sampai berakhir 2012 lalu, tidak ada niatan baik dari PT PRM untuk mereklamasi bekas-bekas lokasi penambangan. Bahkan kubangan bekas penambangan dibiarkan yang akhirnya muncul kubangan-kubangan.

Menurut Sunaryo penambangan pasir besi oleh PT PRM dalam perjanjiannya sekitar lima hektar, tetapi kenyataannya lebih dari 10 hektar. Sementara kerusakan akibat penambangan diluar tanah yang ditamabang mencapai puluhan hektar.

"Dulu ada tanaman windbreaker sebagaimana di lokasi wisata Banyutowo. Sekarang tidak ada. Ini berakibat tanaman karet pucuk-pucuknya mati akibat terpaan angin laut yang mengandung garam,” terang Sunaryo.

Untuk mengembalikan lahan tersebut, Sunaryo mengaku PTPN IX Balong Beji-Kalitelo telah menanam ribuan bibit tanaman keras. Mulai dari akasia, mangrove, ketapang, dan jenis lainnya.

 "PT PRM seharusnya sudah membersihakan alat-alat beratnya selesai 31 Juli lalu. Nampaknya ala-alat beratnya sudah berkurang. Kami ettap pantau pengosongan alat berat oleh perusahaan itu," pungkas Sunaryo.

(Rhs / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini