03:22 WIB
Rabu, 24 September 2014
Senin, 7 Oktober 2013 13:40 WIB

Hari Ini MK Beri Putusan Sengketa Pilgub Jatim, Khofifah Optimis Menang

Abdul Hady JM
Khofifah Indar Parawansa (Jaringnews/Abdul Hady JM)
Khofifah Indar Parawansa (Jaringnews/Abdul Hady JM)

Apa alasannya?

SURABAYA, Jaringnews.com - Sidang sengketa Pilgub Jawa Timur dengan pemohon pasangan Khofifah Indar Parawansa - Herman Surjadi Sumawiredja (BerKaH), akan diputuskan, Senin (7/10) hari ini sekitar pukul 15.30 WIB, oleh majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Keputusan MK kali ini dipastikan tidak hanya menjadi perhatian masyarakat Jatim, tetapi juga Indonesia. Pasalnya, sidang putusan MK ini kali pertama pasca tertangkapnya Ketua MK Akil Mochtar oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apalagi, Akil adalah Ketua panel majelis hakim yang menyidangkan sengketa Pilgub Jatim.

Menanggapi dinamika di MK menjelang putusan sengketa pilkada Jatim, Khofifah selaku pihak pemohon tetap bersikap tenang. Ketua Umum PP Muslimat NU itu yakin gugatan pihaknya akan dikabulkan oleh majelis hakim MK, ada atau tanpa ada Akil Mochtar.

Keyakinan mantan menteri di era residen KH Abdurrahman Wahid itu bukan tanpa alasan. Ia menilai permohonan BerKah ke MK sebenarnya dapat dibuktikan secara faktual, baik dari alat bukti maupun saksi di persidangan.

"Kita optimis menang, dan majelis hakim mengabulkan permohonan pasangan BerKah. Kareana secara faktual, kami bisa membuktikan gugatan kami. Baik lewat alat bukti maupun saksi mata," kata Khofifah, Senin (7/10).

Hal senada disampaikan Djuli Edy Wuryadi, salah seorang anggota tim kuasa hukum BerKah. Ia juga tetap optimis permohonan pihaknya bakal dikabulkan MK. Menurutnya, fakta di persidangan sudah bisa dilihat sendiri bahwa bukti-bukti dan saksi-saksi yang diajukan pihak pemohon cukup kuat untuk memperkuat tuduhan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM) dalam pelaksanaan pemilukada Jatim lalu.

"Kami optimis, bukti dan saksi Berkah sudah memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim konstitusi. Jadi kami normatif saja," tegas Djuli Edy.

Disinggung soal tertangkapnya Ketua MK, Akil Mochtar apakah membawa keuntungan atau kerugian bagi kubu pasangan Berkah, Djuli menegaskan, hal itu justru menguntungkan karena pemohon tak mempunyai banyak uang, sehingga tidak punya potensi untuk menyuap.

Ia yakin masyarakat bisa menilai pihak mana yang punya potensi untuk melakukan penyuapan. "Kalau hakim yang suka disogok uang tidak ada, tentu hasil putusan sidang bisa lebih objektif," pungkasnya.

(Hdy / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini