18:33 WIB
Selasa, 2 September 2014
Jumat, 4 Oktober 2013 20:52 WIB

Dinas Gandeng Kepolisian Awasi Aktivitas di Pasar Hewan Jepara

Rhobi Shani
Ilustrasi
Ilustrasi

Karena jarang digunakan, kemudian oknum masyarakat menyalahgunakan untuk lokasi bisnis esek-esek.

 
 

JEPARA, Jaringnews.com – Penyalahgunaan aset Pemkab Jepara di Pasar Hewan Kecamatan Keling untuk pangkalan pekerja seks komersial (PSK) menjadi tamparan bagi Pemkab. Dimana aset pemerintah yang semestinya dijaga malah disalahgunakan. Tak ingin kecolongan lagi, Dinas Pasar Koperasi dan Usaha Mikro dan Menengah (DPKUMKM) menggandeng masyarakat dan aparat penegak hukum untuk mengawasi aktivitas di bangunan untuk menarik retribusi itu.

Kabid Pasar di DPKUMKM yang mengelola pasar itu, Mustakim, menegaskan agar tidak lagi disalahgunakan pihaknya akan memantau aktivitas di pasar tersebut. Pemantauan akan dilakukan dengan melibatkan kepolisian, Satpol PP, dan warga masyarakat sekitar.

Kerja sama ini menurut Mustakim dengan alasan bahwa jumlah pegawai di pasar tersebut minim yaitu hanya enam orang. Masing-masing tiga pegawai PNS dan tiga pegawai honorer. Diharapkan dengan kerja sama pengawasan ini, penyalahgunaan pasar tersebut bisa langsung diketahui pihaknya.

“Sebenarnya pintu dua ruangan aula di pasar hewan itu sudah kami suruh kunci dengan gembok. Tetapi beberapa kali gembok yang dipasang dicongkel mereka (pengelola PSK di lokasi itu),” terang Mustakim di Jepara, Jumat (4/10).

Lebih lanjut Mustakim menjelaskan, di Pasar Hewan Kecamatan Keling terdiri dari dua ruangan aula. Aula ini digunakan untuk menarik retribusi ketika ada transaksi penjualan hewan. Tepatnya setiap pasaran Legi (penanggalan Jawa) di setiap pekannya. Karena jarang digunakan inilah kemudian oknum masyarakat malah menyalahgunakan sebagai lokasi bisnis esek-esek.

“Sebenarnya dua ruangan ini salah satu digunakan kantor, tetapi kantor hewan dipusatkan di Pasar Kelet yang tidak jauh dari Pasar Hewan. Penyatuan kantor ini dengan alasan pengelolaan Pasar Hewan Keling dan Kelet sama,” ujar Mustakim.

Kasatpol PP Trisno Santoso didampingi Kasi Penegakan Peraturan Daerah Pujo Prastyo mengatakan, selain digunakan untuk transaksi seksual, ada indikasi di lokasi itu digunakan untuk pesta miras. Bahkan dalam penggerebekan belum lama ini, dirinya mencurigai satu warung yang digunakan untuk penjualan miras.

“Saat ke lokasi warung, pintunya tertutup. Saat saya gedor beberapa kali sempat tidak dibuka. Ketika gedoran yang ke sekian, pintu dibuka, tapi oleh pemilik warung mengakunya hanya menjual minuman softdrink,” terang Pujo.

Ditambahkan Pujo, pihaknya mengaku akan tetap memantau pasar hewan tersebut. Sampai pada akhirnya Pasar Hewan Kecamatan Keling itu tidak disalahgunakan.

“Kami tegaskan lagi, bahwa kami tetap memantau lokasi-lokasi dimana ada indikasi pelanggaran hukum (perda),” tegas Pujo.

 
(Rhs / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini