15:36 WIB
Sabtu, 2 Agustus 2014
Kamis, 3 Oktober 2013 20:31 WIB

Bisnis Esek-esek di Pasar Hewan Jepara Dibekingi Preman

Rhobi Shani
Ilustrasi
Ilustrasi

“Saya dikepung orang enam berbadan tegap pakai jaket hitam.”

JEPARA, Jaringnews.com – Bisnis esesk-esek yang memanfaatkan ruangan kosong di Pasar Hewan telah lama beroperasi. Pihak pengelola pasar itu pun tidak tinggal diam. Beberapa kali pihak pengelola pasar telah berusaha menertibkan, tetapi para Pekerja Sek Komersial (PSK) maupun oknum warga yang mengopersikan masih saja bandel.

Kepala Pasar Keling yang juga Kepala Pasar Hewan Keling, Mohadi, mengaku sejak dirinya bertugas di Pasar Hewan Keling Oktober 2010 praktik itu sudah ada. Melihat kondisi ini, dirinya kemudian melaporkan praktik ini ke tokoh masyarakat maupun tokoh agama setempat. Laporan ini bertujuan agar warga yang praktik prostitusi di lokasi tersebut dibina.

“Saya juga pernah lapor ke Polsek Keling. Ketika itu dijabat oleh Sama’i. Pihak Polsek pun sudah pernah merazia PSK. Ternyata usaha Polsek ini tidak membuat jera para PSK di lokasi tersebut,” papar Mohadi kepada wartawan di Jepara, Kamis (3/10).

Selain melapor kepada tokoh agama dan masyarakat juga Polsek setempat, usaha lainnya dengan mendatangi lokasi saat jam operasi bisnis syahwat berlangsung. Setahun lalu pihaknya pernah datang langsung ke Pasar Hewan pada pukul 23.30 WIB. Saat itu Mohadi bertemu dengan Syukur yaitu sosok yang diduga memimpin praktik tidak senonoh di lokasi itu.

“Saya datangi dia (Syukur). Saya tanya soal praktik prostitusi di Pasar Hewan ini, tetapi ia tidak mengaku. Kemudian saya dikepung orang enam berbadan tegap pakai jaket hitam,” kenang Mohadi.

Enam orang ini, Mohadi duga adalah preman yang membekingi praktik prostitusi di sekitar Pasar Hewan Kecamatan Keling. Usaha lainnya, Mohadi saat kerja bakti bersama staf pernah membakar kasur yang ada di salah satu ruangan kosong Pasar Hewan. Kasur itu diduga digunakan untuk berhubungan intim.

“Pagi-pagi saya mengajak staf saya untuk kerja bakti. Malah mendapati kasur di salah satu ruangan kosong di Pasar Hewan. Saat saya tanya ke Syukur, dia tidak mengaku kalau kasur ini miliknya. Dia mengaku kasur itu miliknya orang gila yang dia amankan,” papar Mohadi.

Setelah membakar, ia kemudian lapor kepada Kepala Dinas Pasar, Koperasi, dan UMKM Masud dan juga Kabid Pasar yang saat itu masih dijabat Arif Darmawan. Akhirnya pihak dinas menyuruh untuk menutup ruangan kosong di pasar tersebut.

“Tetapi satu hari kemudian, penutupan ruangan kosong itu kembali dibuka dengan cara dicongkel. Saya sudah berusaha mati-matian agar Pasar Hewan ini tidak disalahgunakan. Tapi pelaku prostitusi itu tetap saja bandel,” urai Mohadi.

Kabid Pasar pada Dinas Pasar, Koperasi, dan UMKM Mustakim mengakui telah berkoodinasi dengan Satpol PP ketika dilakukan penangkapan PSK di Pasar Hewan Keling. Bahkan Mustakim berencana mempertemukan Pengelola Pasar Hewan dengan Satpol PP.

“Nanti akan kami pertemukan pengelola Pasar dengan Satpol PP. Harapan kami segera praktik itu bisa dihilangkan dari sana (Pasar Hewan),” tandas Mustakim.

(Rhs / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini