19:15 WIB
Kamis, 30 Oktober 2014
Sabtu, 28 September 2013 18:22 WIB

Omzet Penjualan Pernak-Pernik Haji di Jember Meroket

Arif Purba
Beramai-ramai membeli perlengkapan Haji (Arief Purba)
Beramai-ramai membeli perlengkapan Haji (Arief Purba)

Paling banyak dicari adalah perlengkapan haji mulai dari celana, kaos sampai topi.

 
 

JEMBER, Jaringnews.com - Keluarga para calon haji dipastikan melakukan aksi borong barang pernak-pernik haji. Mulai dari kebutuhan busana pria wanita sampai makanan dan minuman dipastikan diburu. Walhasil, omzet pedagang pernak-pernik haji di kota Jember meroket tajam.

Disinilah simbiosis mutualisme hadir. Saling menguntungkan kedua belah pihak. Pedagang pernak-pernik haji menuai laba, sementara pembeli dari kalangan keluarga calon haji mendapatkan barang yang dibutuhkan selama berangkat beribadah bahkan hingga sepulangnya nanti.

Bagi jamaah calon haji, pernak-pernik haji bisa mereka kenakan dan konsumsi selama menjalankan ibadah haji di Mekkah dan Madinah. Sepulangnya di kampungnya, para jamaah haji itu masih butuh pernak-pernik haji untuk dibagikan kepada kerabat, sahabat dan handai-taulan.

"Ada tradisi bagi-bagi pernak-pernik haji pada jamaah haji sepulangnya beribadah di Mekkah dan Madinah. Keluarga jamaah haji biasanya membagi-bagikan pernak-pernik haji seperti sajadah, tasbih, kerudung cincin bermata batu akik dan batu permata, hingga makanan khas Arab dan air zamzam," papar Haji Saleh Abdullah, saat mengantar adiknya berbelanja pernak-pernik haji, Sabtu (28/9).

Apa yang dikatakan Salah Abdullah itu dibenarkan sejumlah pedagang pernak-pernik haji di Jalan Sultan Agung kota Jember. Salah seorang pedagang, Muharto, mengatakan, dua pekan sebelum calon haji asal Jember berangkat tanggal 6 - 7 Oktober ini, barang dagangannya banyak diburu keluarga calon haji.

"Alhamdulillah omzet harian meningkat hingga 30 persen," katanya dengan nada gembira. Menurut Muharto, barang yang paling banyak dicari adalah perlengkapan haji mulai dari celana,kaos sampai topi. "Kebetulan saya produksi sendiri hingga harganya juga lebih murah," imbuhnya.

Sementara itu, terkait barang bawaan jamaah haji, Kepala Kantor Kementeriaan Agama Kabupaten Jember, Rosadi Badar, menghimbau agar para jamaah haji tidak membawa barang bawaan secara berlebihaan, sesuai ketentuaan kapasitas koper barang bawaan dibatasi maksimal 32 kilogram, sedangkan untuk tas jinjing dibatasai maksimal 7 kilogram untuk masing-masing jamaah haji.

Barang yang tidak kita perkenankan dibawa oleh para jamaah antara lain Minyak goreng, Rokok, pisau,gunting atau benda tajam lainya, termasuk obat-obatan berlebel G (daftar G) atau obat-obatan lain yang sesuai aturan tidak diijinkan untuk dibawa, "Apalagi, seluruh barang bawaan jamaah tetap akan melalui pemeriksaan saat mereka tiba di asrama haji sukolilo Surabaya,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember Rosadi Badar.

 
(Arp / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini