14:55 WIB
Kamis, 23 Oktober 2014
Jumat, 6 September 2013 17:10 WIB

BKD Ingatkan Honorer K2 Jangan Termakan Tipuan

Maya Selviani
Foto; Ilustrasi, Pegawai negeri sipil (PNS)
Foto; Ilustrasi, Pegawai negeri sipil (PNS)

Apabila ada yang mengaku menggunakan nama BKD Kotim untuk meminta biaya, itu adalah murni penipuan

 
 

SAMPIT, Jaringnews.com - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah mengingatkan kepada seluruh honorer yang masuk dalam kategori II atau (K2) untuk berhati-hati terhadap penipuan yang cenderung muncul saat proses penerimaan K2.

Menurut Kepala BKD Kotim Yanero, untuk tenaga honorer K2 yang telah masuk database dan sekarang telah dilakukan uji publik saat ini belum ada keputusan untuk mengumpul berkas kembali.

“Jadi kami beritahukan apabila ada yang mengaku menggunakan nama BKD Kotim untuk meminta biaya itu adalah murni penipuan, jadi tolong jangan dilayana,” katanya di Sampit (6/9).

Diungkapkannya bahwa untuk data honorer K2 hingga saat ini listnya belum dikirim oleh pusat. Sehingga pihaknya belum dapat memberikan informasi terkait dengan data tersebut.

Meski demikian menurut Yanero ada sebanyak 336 honorer K2 yang dinyatakan lulus dalam uji publik oleh Kemenpan dan RB, sehingga mereka dinyatakan bisa mengikuti tes CPNS yang direncanakan akan digelar bersamaan dengan tes CPNS jalur umum.

Untuk itu Yanero mengingatkan kepada honorer yang masuk dalam K2 dapat segera menyiapkan diri mulai sekarang, pasalnya pennetuan lulus tidaknya honorer tersebut menjadi PNS dilihat dari nilai tes saat itu. Kemudian untuk soal tesnya sendiri, langsung didatangkan dari pusat melalui Pemprov Kalteng.

Yanero juga menjelaskan bahwa honorer K2 merupakan tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai dari APBN atau APBD dengan kriteria diangkat oleh pejabat yang berwenang , bekerja di instansi pemerintahan dengan masa kerja paling sedikit satu tahun pada tanggal 31 Desember 2005 dan sampai saat ini masih bekerja sevara terus menerus. Kemudian berusia paling rendah 19 tahun dan tidak lebih dari 46 tahun pada tanggal 1 Januari 2006.

“Selain itu honorer yang dinyatakan gagal tes juga tidak akan diakomodir lagi untuk menjadi CPNS," ucapnya.

 
(Mvi / Mys)
Diurutkan berdasarkan:
Sabtu, 7 September 2013 11:53 WIB
Arlien

Apakah betul hasil test menentukan, hasil testnya siapakah yang periksa.? Pusat atau Daerah itu sendiri, kalau masih Daerah itu sendiri yang jelas pasti ada kecurangan, lagian selesai test arsip kita ngga punya, mana ditau soal kita kerjakan salah atau benar. systemnya di tingkatkan mau ngadakan test CPNS.

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini