11:24 WIB
Minggu, 26 Oktober 2014
Senin, 2 September 2013 12:04 WIB

Kapal Perang KRI Makassar 590 Berlabuh di Bali

Nikky Sirait
Pelabuhan Benoa (Jaringnews/Sri Lestari)
Pelabuhan Benoa (Jaringnews/Sri Lestari)

Peserta melakukan kegiatan penanaman 500 pohon mangrove.

BALI, Jaringnews.com - Setelah melakukan ekspedisi pelayaran dan asyik bercengkerama dengan ombak lautan selama tiga hari, Satgas Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (LNRPB)/Kapal Pemuda Nusantara (KPN) Sail Komodo 2013 tiba di Dermaga Benoa, Bali, yang disambut dengan tarian selamat datang Puspanjali, Minggu (1/9). Sebanyak 30 motor gede Harley Davidson pun turut menyambut kedatangan para pemuda Indonesia yang datang dengan menggunakan kapal perang KRI Makassar bernomor lambung 590 itu.
 
Selain itu, Dansatgas Kolonel Laut (T) Yus K. Usmany didampingi Wadansatgas Agus Komarudin, Komandan KRI Letkol Laut (P) Kunto Tjahjono, dan perwakilan peserta mendapat pengalungan bunga dari I Made Suarna selaku Kabid Kepemudaan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bali..
 
Acara kemudian dilanjutkan audiensi dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Kesra Setda Prov Bali Ketut Wija di gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, dan selanjutnya kunjungan ke Monumen Bajra Sandi (Biorama Perjuangan Rakyat Bali) yang berada di kota Denpasar.
 
Setelah mengunjungi monumen, para peserta melanjutkan kegiatan ke pantai Pulau Sarangan untuk melaksanakan penanaman 500 pohon mangrove, dan kegiatan pun diakhiri dengan wisata pantai di Pantai Matahari Sanur. Kegiatan LNRPB/KPN IV ini merupakan salah satu dari berbagai kegiatan Sail Komodo 2013.
 
Sail Komodo 2013 sendiri merupakan event internasional yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah, terutama melalui sektor pariwisata bahari. Event ini menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di tanah air menjadi destinasi utama wisata dunia dengan mengangkat tema 'Sail komodo 2013 : Jembatan Emas Menuju NusaTenggara Timur menjadi Destinasi Utama Pariwisata Dunia'.
 
Hal ini juga merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu destinasi utama wisata dunia. Event internasional ini dimulai dengan penyelenggaraan Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi - Belitong 2011, dan Sail Morotai 2012.

(Nky / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini