06:56 WIB
Rabu, 1 Oktober 2014
Jumat, 21 Juni 2013 20:03 WIB

Istri Wartawan TV Swasta Diperkosa di Jalan Pramuka Jakarta Timur

Ralian Jawalsen Manurung
Ilustrasi perkosaan
Ilustrasi perkosaan

Perempuan ini murni menjadi korban penganiayaan dan perkosaan.

JAKARTA, Jaringnews.com - Istri seorang wartawan televisi swasta berinisial MC, 33 tahun, warga Kelapa Gading, Jakarta Utara menjadi korban penganiayaan dan pemerkosaan oleh pria tak dikenal saat berjalan kaki di sebuah gang samping halte bus Pramuka, tepatnya di samping Yayasan Kursus Bahasa (LIA) Matraman, Jakarta Timur, Kamis (20/6), sekitar pukul 20.00 WIB kemarin.

Sumber di kepolisian menyebutkan, perempuan yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan swasta waktu itu sedang berjalan di lokasi namun tiba-tiba korban ditabrak pelaku dari depan yang sama-sama tengah berjalan kaki di lokasi.

"Pelaku menabrak sambil memeluk korban. Karena kesal, korban mencoba berontak sambil memukul pelaku," jelasnya, Jumat (21/06).

Korban balas memukul atas tindakan tak senonoh pelaku, namun pelaku dengan buas balik memukul korban sampai tak berdaya. Pada muka korban terdapat memar sampai akhirnya diperkosa oleh lelaki tersebut. Wajah pelaku tak sempat dikenal korban lantaran lokasi perkara gelap.

"Harta benda korban tidak ada yang diambil pelaku. Perempuan ini murni menjadi korban penganiayaan dan perkosaan," ujarnya.

Setelah puas melampiaskan nafsunya tubuh korban dibiarkan begitu saja sampai ada seorang warga berinisial A yang kebetulan melintas di lokasi. A lalu memapah tubuh MC dan melaporkannya ke Mapolres Jakarta Timur.

"Korban diantar saksi mata itu melapor ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). Setelah itu korban menjalani visum di RS Polri Kramat Jati. Dalam laporannya, korban berinisial MC ini merupakan istri dari seorang wartawan," pungkasnya.

Kasus pemerkosaan tersebut kini sedang ditangani unit PPA Polres Jakarta Timur, dan untuk membuktikan dugaan pemerkosaan tersebut merujuk korban ke RS Polri untuk dilakukan visum et repertum atas penganiayaan dan pemerkosaan.

"Kami masih meminta keterangan sejumlah saksi, menunggu hasil visum, dan olah TKP. Selanjutnya, polisi akan sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut," ujar anggota Polisi yang tidak mau disebut namanya.
 

(Ral / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini