21:10 WIB
Kamis, 27 November 2014
Rabu, 19 Juni 2013 16:02 WIB

BBM Naik, Harga Tiket Bus Malam pun Naik

Rhobi Shani
Loket penjualan tiket bus malam di terminal bus Jepara. (Jaringnews/Rhobi Shani)
Loket penjualan tiket bus malam di terminal bus Jepara. (Jaringnews/Rhobi Shani)

“Lebih baik solar mahal dari pada solar langka.”

JEPARA, Jaringnews.com – Meski pemerintah belum menetapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sejumlah pelaku usaha jasa transportasi mulai ancang-ancang menaikkan harga. Jika BBM jadi naik, tarif angkutan umum seperti bus malam yang biasa melayani rute Jepara – Jakarta bakal naik antara 20 hingga 30 persen. Hal tersebut disampaikan Manager Tiket PO Bejeu Rifki Muslim, Rabu (19/6).

“Kalau harga dinaikkan paling dampaknya hanya berlangsung paling lama dua minggu, setelah itu biasanya penumpang kembali normal,” ujar Rifki di garasi bus di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Lebih lanjut Rifki menyampaikan, meski sampai saat ini belum ada kesepakatan antar operator bus malam di Jepara, dirinya mengaku kenaikan harga tiket bus malam nantinya dipastikan sama. Kalau pun ada yang berbeda, selisihnya tidak lebih dari Rp 20 ribu antara PO satu dan lainnya.

“Masyarakat tidak memilih tiket bus yang murah, tapi memilih PO yang memberikan pelayanan dan fasilitas armada yang baik serta nyaman. Tapi biasanya kenaikan harga BBM pasti akan berimbas pada semua harga, termasuk harga spareparts (suku cadang) sehingga biaya operasional dan perawatan pun membengkak,” papar Rifki.

Menyambut musim liburan sekolah kali ini, sejumlah PO sudah menaikan harga tiket. Harga tiket bus malam jurusan Jepara – Jakarta kelas VIP semula Rp 100 ribu kini menjadi Rp 120 ribu. Sedangkan untuk kelas executive pada hari biasa dijual Rp 120 ribu, pada musim liburan kali ini menjadi Rp 140 ribu.

“Saat musim liburan kali ini harga tiket sudah kita naikkan Rp 20 ribu di semua kelas, jadi kalau nanti pemerintah jadi menaikkan harga BBM saya kira masyarakat sudah siap menerima harga tiket baru yang selisihnya tidak banyak dari harga tiket saat musim liburan seperti saat ini,” ujar Rifki.

“Lebih baik solar mahal dari pada solar langka seperti kemarin. Karena dampaknya banyak armada kami yang tidak sampai mengantarkan penumpang sampai Jakarta gara-gara kehabisan solar di tengah perjalanan,” tukas Rifki.

(Rhs / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini