08:55 WIB
Rabu, 23 Juli 2014
Jumat, 14 Juni 2013 11:53 WIB

Karaoke di Pungkruk Bakal Direlokasi ke Lapangan Tembak

Rhobi Shani
Ilustrasi tempat karaoke
Ilustrasi tempat karaoke

Tapi semua itu kembali kepada keputusan bupati.

JEPARA, Jaringnews.com - Citra miring yang disematkan masyarakat Kabupaten Jepara terhadap objek wisata kuliner di Pantai Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara atau yang lebih dikenal Pungkruk tak ditampik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara. Pasalnya, lebih kurang 40 tempat karaoke di sana telah mengaburkan citra lokasi wisata kuliner. Lebih dari 100 gadis pemandu karaoke yang berpenampilan menggoda mata lelaki menguatkan kesan tempat esek-esek ketimbang lokasi wisata makan keluarga.

Perlahan, untuk mengembalikan Pungkruk sebagai objek wisata kuliner, Disparbud banyak membuat taman-taman terbuka. Hal tersebut disampaikan Kepala Objek Wisata Kuliner Disparbud Kabupaten Jepara Joko Wahyu Sutejo, Kamis (13/6).

“Citra miring itu memang tak dapat dipungkiri, namun berlahan kita mulai kembalikan citra Pungkruk sebagai objek wisata kuliner dengan membuat taman-taman terbuka. Dengan begitu, mungkin kalau ada yang punya niatan tidak baik menjadi berpikir karena dapat dilihat banyak orang,” ujar Joko yang juga menjabat Kepala Objek Wisata Pantai Kartini.

Lebih lanjut Joko menyampaikan, selain banyak membuat taman terbuka, Disparbud Kabupaten Jepara berencana membuat portal dan kantor pengelola. Nantinya setiap pengunjung yang hendak mengunjungi Pungkruk dapat diketahui identitasnya.

Disinggung soal relokasi, Disparbud sudah mewacanakan untuk merelokasi tempat-tempat karaoke di Pungkruk untuk dipindah ke sisi utara objek wisata kuliner di dekat lapangan tembak. Hanya saja, rencana itu perlu dikaji lebih dalam lagi.

“Wacana untuk merelokasi ada, tapi semua itu kembali kepada pimpinan (bupati) karena ini berkait dengan Perda. Dari sisi pariwisata kita welcome asal ada dasar hukum yang jelas, jadi kalau di lapangan ada pelanggaran kita bertindak itu ada dasar hukumnya,” papar Joko.

Sampai saat ini, Joko menambahkan, mulai ada perubahan penampilan dan perilaku para pemandu karaoke (PK) di Pungkruk. Semula yang berpakaian serba mini dengan dada terbuka, meskipun belum semuanya saat ini sudah banyak yang mengenakan celana panjang dengan pakaian atasan dada tertutup.

“Untuk merubah itu memang tidak bisa sekita, butuh proses. Kalau masih ada satu dua yang berpakaian mini itu wajar, karena mereka (PK) disana kan banyak yang ke luar masuk,” pungkas mantan Kepala Museum RA Kartini ini.

(Rhs / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini