05:55 WIB
Rabu, 30 Juli 2014
Sabtu, 4 Mei 2013 17:41 WIB

Perbudakan 46 Buruh Kuali, Presiden KSPI: Copot Disnaker Tangerang

Ralian Jawalsen Manurung
Said Iqbal
Said Iqbal

Buruh bekerja selama 18 jam sehari dengan upah Rp 700 ribu.

JAKARTA, Jaringnews.com - Kasus penyiksaan dan perbudakan di pabrik kuali Tangerang mendapat kecaman Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.  Atas kasus tersebut, dia meminta, agar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tangerang dicopot dari jabatannya.

"Kita sangat sesali dengan temuan sebanyak 46 buruh yang disiksa dan mengalami "perbudakan" di pabrik kuali di Kampung Bayur Tangerang," ujar Said, dalam keterangan persnya kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (4/5).

Dan juga, Said  mendesak Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi turun langsung ke lapangan karena kasus ini menjelaskan bahwa sistem kerja outsourcing (46 buruh tersebut dibawa oleh seseorang/agen) dengan upah murah.

"Mereka dibayar sebesar Rp 700 ribu, dan para pekerja di bawah umur," pungkas Said.

Dia melanjutkan, dengan upah di bawah UMR, dengan bekerja selama 18 jam per hari membuktikan lemahnya pengawasan buruh.    

Bahkan, lanjut Said, kasus ini terjadi dekat dengan pusat kekuasaan, sehingga bisa dipastikan masih banyak kasus serupa tempat lain dimana upah buruh dibayar di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Oleh karena itu, KSPI mendukung keputusan MA, dengan menghukum penjara/pidana bagi pengusaha yang membayar upah di bawah UMP/K sebagai perlindungan bagi buruh, seperti kasus 46 buruh di Tangerang," pungkasnya.

KSPI, lanjut Said, menolak keras sikap hakim Mahkamah Konstitusi (Arief) yang  menyatakan pengusaha yang membayar di bawah UMP.  "Indonesia negeri Pancasila yang anti perbudakan, eksploitasi dan diskriminasi untuk buruh," tegasnya.

(Ral / Ara)
Diurutkan berdasarkan:
Senin, 6 Mei 2013 21:13 WIB
jajuli ruswandi

copot aja kadisnakernya, tidak ada pengawasan sama sekali, kalau ga ada yang berani nyopot biar saya yang nyopot

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini