07:17 WIB
Minggu, 31 Agustus 2014
Minggu, 28 April 2013 14:39 WIB

Jelang Konferwil NU Jatim

NU dalam Pusaran Pilkada Gubernur Jatim 2013

Abdul Hady JM

Konferwil bakal digelar pada akhir Mei mendatang, sementara Pilgub Jatim pada akhir Agustus.

SURABAYA, Jaringnews.com - Jelang Konferensi Wilayah (Konferwil) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, isu tak sedap berhembus. Konferensi wilayah ini kabarnya ditunggangi calon gubernur dan wakil gubernur Jatim. Benarkah?

Sekretaris PWNU Jawa Timur Masyhudi Mukhtar angkat bicara. Dia mengaku mendengar sendiri isu yang berkembang di pengurus cabang bahwa jika Ketua PWNU Jatim KH Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah berhasil terpilih kembali kedua kalinya, ini berarti kemenangan bagi Syaifullah Yusuf, calon wakil gubernur incumbent yang kembali berduet dengan Soekarwo.

“Iya, memang. Tapi soal pilihan kami serahkan sepenuhnya kepada cabang-cabang. Mereka lebih tahu,” kata Masyhudi, saat ditemui usai rapat persiapan Konferwil NU di kantor PWNU Jatim, Surabaya, Sabtu (27/4).

Kendati begitu, lanjut dia, bukan berarti Konferwil NU membuka diri untuk ditunggangi kepentingan politik. Panitia bahkan mengantisipasi itu dengan berbagai program acara yang mencerminkan tentang upaya NU mengecilkan dominasi politik di pusaran NU.

“Tema besar Konferwil dan Harlah NU Jatim kali ini menegaskan itu,” terang Masyhudi.

Isu itu wajar. Pasalnya, pelaksanaan Konferwil hampir berdekatan dengan Pilgub Jatim. Konferwil bakal digelar pada akhir Mei mendatang, di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo. Sementara Pilgub Jatim pada akhir Agustus.

Secara kultural, NU merupakan organisasi Islam terbesar, dengan jumlah pengikut puluhan juta orang. Tak pelak, NU memang tak bisa menghindar dari tarikan-tarikan kepentingan politik praktis. Terutama sekali pada setiap menjelang momentum politik, NU sering kali menjadi lahan sasaran para politisi dalam membangun basis dukungan politiknya.

Namun, Masyhudi sangat yakin pelaksanaan Konferwil NU Jatim tidak dapat ditunggangi kepentingan politik praktis. "Warga NU sekarang sudah memiliki kesadaran berpolitik," tandasnya.

(Hdy / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini