19:13 WIB
Rabu, 1 Oktober 2014
Selasa, 16 April 2013 15:14 WIB

KPK Undang LSM untuk Telusuri Dugaan Korupsi Proyek UN Kemendikbud

JaringNews
Gedung KPK (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)
Gedung KPK (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)

Kata Ucok, pemenang tender adalah perusahaan-perusahaan yang menawarkan harga tinggi.

JAKARTA, Jaringnews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang berbagai LSM pegiat anti-korupsi yang tergabung dalam Koalisi Pendidikan, untuk menelusuri dugaan korupsi dalam proyek pengadaan dan distribusi soal ujian nasional (UN) di Kemendikbud. Adapun lembaga masyarakat yang diundang tersebut di antaranya Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA).

"Kita dipanggil KPK buat memberikan info awal soal adanya dugaan korupsi penggandaan dan distribusi soal UN," ujar Koordinator FITRA, Ucok Sky Khadafi di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (16/2).

Ucok meyakini dalam proses tender pengadaan dan distribusi soal UN bermasalah dan tidak adil. Kata Ucok, pemenang tender adalah perusahaan-perusahaan yang menawarkan harga tinggi. Padahal menurutnya, ada beberapa perusahaan yang menawarkan harga rendah dengan kapasitas baik tapi dikalahkan.

"Itu yang akan kita laporkan, dan bukti-bukti lain ke KPK," sambungnya.

Dalam kesempatan ini, ia meminta KPK dengan segera menindaklanjuti temuan mereka dan langsung melakukan penyelidikan sejak proses tender dalam proyek puluhan miliar tersebut.

"KPK jangan didahului oleh tim dari Kemendikbud, yang dipimpin oleh inspektorat. Karena nanti bisa hilang semua datanya," tandasnya.

(Nvl / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini