17:29 WIB
Kamis, 18 Desember 2014
Kamis, 4 April 2013 21:21 WIB

Oknum Kopassus Pembunuh Tahanan LP Cebongan Utang Budi dengan Serka Heru

Ralian Jawalsen Manurung
Komando Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kopassus TNI AD)
Komando Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Kopassus TNI AD)

Eksekutor juga berteman akrab dengan Sertu Sriyono.

JAKARTA, Jaringnews.com - Oknum Kopassus Grup II Kartosuro berinisial U, yang membunuh empat tahanan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, 23 Maret lalu, menjalankan tugas sebagai eksekutor karena utang budi terhadap rekannya yang terbunuh di Hugo's Cafe, Serka Heru Santoso.

"Pelaku pernah diselamatkan jiwanya dalam satuan tugas oleh Serka Heru Santoso," ungkap Ketua Tim Investigasi TNI AD, Wadan Puspom AD Brigjen TNI Unggul K. Yudhoyono di Jakarta, Kamis (4/4).

Ia menambahkan, eksekutor juga berteman akrab dengan Sertu Sriyono, mantan anggota Kopassus yang menjadi korban penusukan.

"Mereka pernah latihan bersama," sambung Unggul.

Unggul menuturkan, empat tahanan korban penembakan, yakni Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu sebelumnya mengeroyok dan menusuk Serka Heru Santosa. Sehari selanjutnya, menusuk Sertu Sriyono.  

"Keempat pelaku melakukan penusukan dengan sadis dan biadab terhadap korban, yang juga korps Kopassus dan mantan anggota Kopassus," ujarnya.

Dikatakan Unggul, oknum Kopassus melakukan penyerangan dengan membawa enam pucuk senjata, diantaranya tiga jenis pucuk senjata AK47 yang dibawa dari daerah lain, dua pucuk AK47 replika, dan satu pistol shower replika.

(Ral / Nky)
Diurutkan berdasarkan:
Kamis, 4 April 2013 22:03 WIB
nitha

seharusnya tim invenstigasi TNI menjelaskan secara detail dan transparan mengenai penyerangan di LP Sleman tersebut, mulai nama-nama atau inisial oknumnya, siapa yang memukul, menendang, menembak, mengambil cctv dll.

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini