20:39 WIB
Kamis, 30 Oktober 2014
Selasa, 2 April 2013 16:39 WIB

Akivitas Meningkat, Jalur Pendakian Gunung Ijen Ditutup

Arif Purba
Pintu masuk Gunung Ijen (foto:ist)
Pintu masuk Gunung Ijen (foto:ist)

Masih banyak pengunjung yang nekad melakukan pendakian.

BANYUWANGI, Jaringnews.com - Meningkatnya aktivitas kegempaan di Gunung Ijen (2.386m dpl) membuat jalur pendakian di gunung yang berada di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso tersebut langsung ditutup. Pintu masuk jalur pendakian yang berada kawasan Paltuding ditutup total oleh petugas dari Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jember dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.

Petugas BKSDA yang berada di Pos Paltuding Gunung Ijen, Sigit Haribowo, mengatakan, segala macam himbauan dan sosialisasi sudah diberitahukan kepada setiap pengunjung, namun masih banyak pengunjung yang nekad melakukan pendakian, dan pihaknya tidak bisa melakukan kontrol secara maksimal, karena minimnya jumlah personel yang ada.

"Kami sudah menyiarkan kabar peringatan waspada Ijen ke segenap masyarakat. Baik lewat siara radio lokal, maupun peringatan di atas poster dan baner. Sayangnya, masih saja pendaki yang nekad mendaki. Jika begitu, kami terpaksa menyusul pendaki itu dan diminta untuk turun," papar Sigit, Selasa (2/4).

Menurut Sigit, mengacu pada data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen yang berada di desa Tamansari Kecamatan Licin Banyuwangi, sejak Sabtu (20/3/2013) lalu aktivitas kegempaan di Gunung Ijen mengalami peningkatan dari dua kali menjadi 15 - 50 per hari, dan status Gunung Ijen masih berada pada level 3 (Siaga) dan radius 1,5 kilometer harus steril dari segala aktivitas.

"Dengan status Gunung Ijen yang dinilai berbahay bagi manusia, maka kami harus tegas menutup segala aktifitas pendakian. Termasuk kegiatan penambangan batu belerang di kawah Ijen," pungkas Sigit.

(Arp / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini