15:11 WIB
Kamis, 24 April 2014
Sabtu, 23 Maret 2013 10:43 WIB

Pasal Santet Dimuat untuk Lindungi Masyarakat

Ralian Jawalsen Manurung
Andi Hamzah (Foto: Istimewa)
Andi Hamzah (Foto: Istimewa)

Dukun santet juga harus dilindungi.

JAKARTA, Jaringnews.com - Pasal santet sudah dibahas sejak tahun 1992, namun santet masuk dalam delik penipuan. Rencana memasukkan pasal santet adalah untuk melindungi masyarakat dari penipuan.  

"Maksudnya sebenarnya adalah positif, untuk melindungi masyarakat dari penipuan," ujar Pakar Hukum Pidana Andi Hamzah, dalam Polemik Sindo "Dari Pasal Karet Sampai Santet", di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (23/3).

Hadir dalam diskusi Pakar Paranormal Permadi, Pengamat Kepolisian Kombes Pol (Purn) Alfons Leumau, dan  Anggota Komisi III DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah.  
 
Lanjut Andi, dibuatnya Pasal 293 Pasal KUHP dengan maksud positif, bukan soal santet menyantet siapa yang melakukan dan mencelakakan orang lain.

Ributnya mengenai pasal santet karena tidak mengerti rumusan ini yang tujuannya untuk melindungi masyarakat, sehingga jangan sampai ditipu. "Dan jangan ada orang mengaku-ngaku bisa santet orang, dan pasal itu untuk melindungi masyarakat," tukasnya.

Sementara, Permadi mengemukakan, dalam pasal santet tidak hanya melindungi sepihak, akan tetapi harus juga melindungi orang yang dituding dukun santet.

"Beberapa tahun lalu, banyak orang yang dituduh dukun santet, dan melihat ini dukun santet juga harus dilindungi," ujarnya.

(Ral / Ara)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini