12:44 WIB
Sabtu, 1 November 2014
Selasa, 15 Januari 2013 12:17 WIB

Kapal Diminta Tunda Berlayar Akibat Cuaca Ekstrim

Ainur Rahman
Cuaca buruk di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.
Cuaca buruk di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

Pada 11 - 16 Januari 2013 diperkirakan akan terjadi angin kencang, hujan lebat dan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

JAKARTA, Jaringnews.com - Kementerian Perhubungan kembali mengeluarkan Maklumat Pelayaran (Mapel) larangan berlayar untuk semua kapal cuaca ekstrim yang mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi hampir di seluruh perairan Indonesia. Dalam Maklumat Pelayaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 15/I/DN-2013 tanggal 14 Januari 2013 tersebut menginstruksikan kepada segenap jajarannya di daerah (Para Syahbandar, KSOP, Kakanpel Batam, Kepala UPP, Pangkalan PLP dan Kepala SROP) agar menunda pemberian Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal-kapal yang akan melakukan pelayaran.

"Penerbitan Mapel ini merupakan yang kedua kalinya di awal tahun 2013 menyusul diterbitkannya Mapel pertama pada tanggal 3 Januari 2013 lalu," seperti dikutip dari keterangan Kemenhub hari ini.

Dikeluarkannya Maklumat Pelayaran ini juga merupakan tindak lanjut atas dikeluarkannya Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terhadap adanya cuaca ekstrim dan gelombang tinggi di perairan Indonesia dalam enam hari ke depan terhitung tanggal 11 - 16 Januari 2013. Mapel ini juga sebagai langkah antisipasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akibat adanya cuaca ekstrim dan gelombang tinggi di perairan Indonesia.

Dalam Mapel tersebut, dikatakan pada 11 - 16 Januari 2013 diperkirakan akan terjadi angin kencang, hujan lebat dan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia,  sebagai berikut:

a.    Gelombang laut setinggi 2 - 3 meter akan terjadi di perairan Sumatra Barat dan Kepulauan Mentawai, perairan Sumatra Selatan, Laut Sulawesi Bagian Timur, Perairan Sulawesi Utara, Laut Maluku Bagian Utara, Laut Buru, Perairan Halmahera, Perairan Manokwari, Perairan Biak dan Samudra Pasifik sebelah Utara Papua;

b.    Gelombang laut setinggi 3 - 4 meter akan terjadi di Perairan Kepulauan Riau, Perairan Jambi, Perairan Kepulauan Bangka Belitung, Selat Karimata, Perairan Bengkulu dan Pulau Enggano, Perairan Bagian Barat Lampung, Perairan Kalimantan Bagian Barat, Laut Jawa Bagian Barat, Perairan Sulawesi Barat, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Kepulauan Babar dan Laut Timor Bagian Barat;

c.    Gelombang laut setinggi 4 - 6 meter akan terjadi di perairan Laut Cina Selatan, perairan Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Perairan Kepulauan Anambas, Selat Sunda Bagian Selatan, Laut Jawa, Perairan Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Perairan Kalimantan Bagian Selatan, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Sulawesi Selatan, Laut Bali, Laut Flores, Samudra Hindia Selatan Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Laut Banda Bagian Barat, Laut Sawu dan Perairan Pulau Rote.

Terkait dengan kondisi tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan kepada para Syahbandar agar menunda pemberian Surat Persetujuan Berlayar bagi kapal-kapal sebagai berikut:

a.    Perahu Nelayan, Kapal Tongkang, Kapal Roro, Kapal Landing, Kapal Ferry dan Kapal Penumpang berkecepatan tinggi untuk berlayar pada semua perairan tersebut dengan tinggi gelombang laut 2 - 3 meter.
b.    Kapal-kapal yang tinggi lambung timbulnya kurang dari 3 Meter untuk berlayar pada perairan tersebut dengan tinggi gelombang 3 - 6 meter.
c.    Semua ukuran dan jenis kapal untuk berlayar pada perairan tersebut dengan tinggi gelombang laut 4 s.d. 6 meter.

(Ara / Ara)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini