19:05 WIB
Kamis, 21 Agustus 2014
Selasa, 18 Desember 2012 13:31 WIB

Wahyu Muryadi, Pemred Tempo: Ilustrasi Gambar Punya Seribu Makna

Johannes Sutanto de Britto
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Majalah Tempo Wahyu Muryadi (Foto: Dok.Pribadi/Jaringnews)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Majalah Tempo Wahyu Muryadi (Foto: Dok.Pribadi/Jaringnews)

Tak seorang pun berhak menjadi penafsir tunggal.

JAKARTA, Jaringnews.com - Bola panas kasus korupsi proyek Hambalang terus bergulir. Penetapan Andi Mallarangeng menjadi tersangka kasus Hambalang pada Kamis (6/12) lalu berbuntut pada perseteruan baru antara keluarga Mallarangeng dengan majalah Tempo.

Pada konferensi pers di Freedom Institute, Jalan Proklamasi, Jakarta, Senin (17/12) petang, Rizal Mallarangeng menggugat majalah Tempo yang menurunkan liputan investigasi dengan kover majalah "Trio Mallarangeng". Rizal keberatan dengan kover majalah Tempo edisi "Trio Mallarangeng" tersebut.

Seperti diketahui, dalam cover tersebut, Mallarangeng bersaudara, yakni Rizal, Andi dan Choel, digambarkan sedang memancing. Namun, yang dipegang ketiganya bukan ikan, melainkan gulungan uang dollar. Rizal Mallarangeng merasa dirugikan karena seolah-olah dirinya terlibat dalam kasus Hambalang. Ia pun berencana menggugat majalah Tempo.

Menanggapi keberatan Rizal Mallarangeng tersebut, Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Majalah Tempo Wahyu Muryadi menegaskan bahwa pihaknya (Tempo) tidak akan meminta maaf pada Rizal Mallarangeng.

Wahyu Muryadi menegaskan bahwa kover majalah Tempo tersebut sama sekali tak bicara Hambalang. Tak ada simbol kasus Hambalang di sana. Yang ada adalah kreativitas seni desain grafis.

"Desain dan gambar kover bisa punya seribu makna, arti dan rasa sehingga tak boleh ada seorang pun yang berhak menjadi penafsir tunggal sebagaimana hak orang-orang lainnya yang punya tafsir berbeda," tegasnya pada Jaringnews.com, Selasa, 18/12.
 

(Deb / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini