09:44:26 WIB
Kamis, 20 Juli 2017
Selasa, 18 Desember 2012 , 13:13 WIB

LIPI: Kekerasan di Papua Masih Terjadi

Ralian Jawalsen
30179-Para mahasiswa Papua di Semarang, berunjuk rasa di bundaran Undip Semarang, Kamis (30/8). (Jaringnews/Edy Suprayitno)
Para mahasiswa Papua di Semarang, berunjuk rasa di bundaran Undip Semarang, Kamis (30/8). (Jaringnews/Edy Suprayitno)

Kekerasan di Papua bukan hanya dilakukan negara, tapi juga dilakukan masyarakat sipil.

JAKARTA, Jaringnews.com - Anggota tim Kajian Papua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth mengemukakan, sama seperti catatan akhir tahun di LIPI bahwa kekerasan memang masih terjadi di Papua.

"Tetapi harus dicatat bahwa tidak hanya dilakukan oleh Negara, tetapi juga masyarakat Sipil. Jadi, persoalan kekerasan menjadi meluas,"ujar Adriana, di gedung Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Selasa (18/12).

Dia mengemukakan, Otonomi Khusus (Otsus) gagal bila indikatornya adalah kekerasan.

"Tapi saya mengusulkan untuk membuat sebuah indikator yang bisa lebih terbaca, terukur untuk kita mengatakan bahwa otsus itu sudah gagal, dan kegagalannya itu kenapa, jadi apa yang harus dilakukan, "ujar Andriana.

Dia menambahkan, kekerasan di Papua ekskalasinya masih memuncak hingga kini, sehingga mengakibatkan gagalnya Otsus.
 
"Dan peran pemerintah daerah disana tidak siqnifikan melakukan peningkatan pembangunan, bahkan terkesan mandeknya pembangunan di Papua," ujarnya.

( Ral / Ara )

Komentar