09:44:19 WIB
Kamis, 20 Juli 2017
Selasa, 18 Desember 2012 , 11:31 WIB

LIPI: Perlu Dilakukan Dialog dalam Mengatasi Masalah Papua

Ralian Jawalsen
30168-Aparat Kepolisian Mimika berusaha menghindari lemparan batu dari karyawan PTFI yang melakukan aksi unjuk rasa di Gorong-gorong, Timika, Papua, Senin (10/10). (Antara/Jaringnews)
Aparat Kepolisian Mimika berusaha menghindari lemparan batu dari karyawan PTFI yang melakukan aksi unjuk rasa di Gorong-gorong, Timika, Papua, Senin (10/10). (Antara/Jaringnews)

Pemerintah harus tampilkan sosok humanis di Papua.

JAKARTA, Jaringnews.com - Lembaga Penelitian Ilmu Indonesia (LIPI) mendorong perlunya dilakukan pendekatan dialog dalam mengatasi masalah kekerasan di Papua yang selama ini terjadi.

Peneliti LIPI tentang Papua Adriana Elisabeth mengatakan, masalah kekerasan di Papua sampai saat ini belum reda, bahkan kekerasan hingga kini terus terjadi.

"Tugas negara tampil dalam mengatasi masalah Papua, tapi tidak menampilkan kekerasan dan lebih menampilkan sosok humanis," ujar Adriana, dalam peluncuran buku bertajuk "Otonomi Khusus Papua Telah Gagal dan Saya Bukan Bangsa Budak", di gedung Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Selasa (18/12).

Lebih lanjut Adriana mengatakan, masih ada stigma non Papua dan Papua yang sekarang ini berkembang. Dan bila tidak dicari solusinya bukan tidak mungkin akan semakin meningkatkan eskalasi kekerasan di Papua.

"Papua atau non Papua ini siapa. Apakah kalau orang yang sudah lama tinggal di Papua bukan orang Papua," tukas peneliti LIPI tentang Papua ini.

Dalam mengatasi stigma Papua dan non Papua ini, jelasnya, harus dilakukan pendekatan yang lebih humanis dan melakukan dialog sebanyak mungkin sehingga dapat mengatasi masalah kekerasan.

Menurutnya, kekerasan di Papua bisa terurai dengan baik bila pemerintah pro aktif melakukan pendekatan humanis dan melakukan komunikasi yang lebih efektif.

( Ral / Ara )

Komentar