18:25 WIB
Kamis, 18 Desember 2014
Rabu, 17 Oktober 2012 15:35 WIB

Panglima TNI Tutup Latihan Gultor TNI di Pulau Sangiang

Ralian Jawalsen Manurung
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, bersama dengan Kepala Staf, saksikan latihan Gultor. (Puspen TNI)
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, bersama dengan Kepala Staf, saksikan latihan Gultor. (Puspen TNI)

Aksi terorisme telah menjadi keprihatinan bagi masyarakat di Indonesia maupun masyarakat di dunia Internasional sehingga dikategorikan sebagai salah satu kejahatan terhadap kemanusiaan (crimes against humanity).

JAKARTA, Jaringnews.com - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono secara resmi menutup latihan Penanggulangan Teror (Gultor) ke-7 tahun 2012 di Pulau Sangiang, Propinsi Banten, Rabu (17/10/2012).   

Pelaksanaan latihan Gultor TNI  dari hasil rilis yang diterima Jaringnews.com, telah dilaksanakan di tiga tempat berbeda, yaitu Gladi Posko di Cijantung, Latihan Pendahuluan di Pulau Dayung dan Penyergapan sasaran di Pulau Sangiang Banten, serta kembali ke daerah penyelaman di Grup I Kopassus, Serang Banten.
 
Latihan Gultor TNI berlangsung dari tanggal 11-17 Oktober, dengan melibatkan pelaku latihan sebanyak 131 personel TNI, terdiri dari Den Gultor Kopassus 61 orang, Den Jaka Marinir 35 orang, dan  Den Bravo Paskhas 35 orang serta para pendukung sebanyak 249 orang.
 
Keberhasilan penyelenggaraan Latihan Satuan Gultor TNI, Panglima TNI mengatakan, tidak terlepas dari keseriusan para parajurit, yang dilandasi oleh semangat, disiplin, kesungguhan dan motivasi berlatih untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, serta profesionalisme sesuai dengan tuntutan tugas.  

Hal ini harus terus dipelihara bahkan ditingkatkan, mengingat aksi terorisme telah menjadi keprihatinan bagi masyarakat di Indonesia maupun masyarakat di dunia Internasional sehingga dikategorikan sebagai salah satu kejahatan terhadap kemanusiaan (crimes against humanity).
 
“Terorisme terus menjadi ancaman serius bukan hanya terhadap perdamaian dan keamanan Internasional, namun juga berdampak kepada perkembangan sosial dan ekonomi dalam negeri maupun negara lain di berbagai kawasan”, tukas Panglima TNI.
 
Dia mengatakan,  Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama Internasional dalam rangka pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme, baik dalam kerangka multilateral PBB maupun regional, serta bilateral, khususnya dalam bentuk peningkatan kapasitas, penegakan hukum, perbaikan legislasi ataupun kerangka hukum, pertukaran informasi dan berbagi pengalaman, pengiriman pakar, pemberian advis kepakaran, kerjasama teknis lainnya,  serta publikasi strategi Indonesia dalam penanggulangan terorisme di seluruh kawasan dunia.

Disamping itu, jelasnya, pemerintah juga melakukan langkah pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme melalui pendekatan “soft power”  dan upaya pembinaan deradikalisasi, termasuk melalui upaya kerjasama dalam mengatasi permasalahan mendasar terhadap penyebab terjadinya aksi terorisme (underlying causes of terrorisme).  
 
 
 

(Ral / Ral)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini