11:35 WIB
Jumat, 25 April 2014
Jumat, 5 Oktober 2012 13:26 WIB

Jokowi Bantah Pecah Kongsi dengan Ahok

Suci Astuti
Calon Gubernur DKI Jakarta 2012 - 2017 JokoWi, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)
Calon Gubernur DKI Jakarta 2012 - 2017 JokoWi, (Jaringnews/ Dwi Sulistyo)

Jokowi membantah pecah kongsi dengan Ahok yang diusung Partai Gerindra, dan dirinya mengaku kalau pecah tidak mungkin menangkan Pemilukada DKI Jakarta.

JAKARTA, Jaringnews.com - Calon Gubernur DKI Jakarta terpilih Joko Widodo membantah hubungannya pecah kongsi dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diusung Partai Gerindra pasca kemenenagan pasangan Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama, pada Pemilihan Umum Kepala Daearah (Pemilukda) DKI Jakarta yang diusung Parai PDIP dan Partai Gerindra.

Kemenangan pasangan Jokowi-Ahok, di Pemilukda DKI Jakarta, tidak menaikkan popularitas Ketua Umum PDIP Megawati. Sebaliknya, menaikan citra Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Prabowo Subianto.

Jokowi mengatakan, bila dua partai tersebut pecah kongsi maka tidak mungkin dirinya dapat memenangkan Pemilukda DKI Jakarta putaran ke dua. lanjut mantan Walikota Solo itu Partai PDIP dan Gerindra tidak masalah.   

"( Soal gerindra pecah) Ya Kalau pecah ya ga menang tho! Kalau menang ya ndak, ga ada masalah. Masih runtak runtuk kemana mana. Media aja gakl tau" cetus Jokowi saat silaturahmi dengan Fraksi PDIP, di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10).

Jokowi juga membantah adanya rumor yang mengatakan Partai Gerindra telah meminta jatah kepala dinas pasca kemenangannya.
Ia menegaskan, menerima setiap usul yang datang darimanapun, meski keputusan akhir ada pada kewenangannya.

" Ga lah itu kewenangan penuh di saya, gubernur, kalau usul-usul bolehlah, wartawan usul juga boleh. Tapi keputusan ada di gubernur," tegas Jokowi.

Dia mengatakan, dirinya tidak mau main ganti saja jabatan kepala dinas, bila tidak melihat berdasarkan kinerja dan kualitas seseorang. " Kenalan aja belum kok mau ganti, kenalan dulu dong.Temu muka dulu, ketemu-ketemu baru urusan ganti mengganti" ceplosnya .

Sementara itu terkait proses pengunduran dirinya, kata dia prosesnya sudah sampai di sekretariat negara. Sedangkan waktu pelantikannya sebagai gubernur DKI, Jokowi mengaku hingga saat ini belum tahu.

"Sudah semuanya. Ini posisi sudah di sekretariat negara. Dilantiknya kapan sampai saat ini saya belum dapat pemberitahuan secara resmi" katanya.

(Sat / Ral)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini