14:47 WIB
Jumat, 1 Agustus 2014
Jumat, 1 Juni 2012 10:05 WIB

Ranjang Pengantin "Lencak Palek" Kian Tidak Diminati Warga Madura

Zamachsari A. Nugroho
Lecak Palek adalah ikon pengantin baru di Madura (Jaringnews/Zamach Sari)
Lecak Palek adalah ikon pengantin baru di Madura (Jaringnews/Zamach Sari)

Lecak palek adalah tempat tidur bawaan wajib bagi mempelai pria yang akan meminang seorang perempuan.

SAMPANG, Jaringnews.com - Ratusan pengrajin lencak palek yang berada di kawasan Kabupaten Sampang Madura kini nasibnya kian tak jelas. Pasalnya, tempat tidur atau ranjang khas Madura tersebut kian hari kian kurang diminati oleh masyarakat, padahal lencak palek yang mempunyai ciri khas warga Madura itu, selain menjadi icon pengantin baru, juga diyakini sebagai tempat tidur bawaan wajib bagi mempelai pria yang akan meminang seorang perempuan agar bisa melangengkan usia perkawinan mereka.

Lencak palek yang sakral itu kini telah tergerus oleh kemajuan zaman dan diganti dengan ranjang atau tempat tidur bergaya modern. Hudi (40) salah satu pengrajin lencak palek asal Dusun Masaran, Desa Aeng Sareh, Kecamatan Kota Sampang mengaku kelimpungan dengan usaha yang dia tekuni selama 20 tahun yang lalu itu.

"Kami bisa apa mas. Ini seharusnya dipertahankan. Selain melestarikan budaya dan kerajinan, lencak palek ini adalah ciri khas tempat tidur orang Madura," tandasnya pada  Jum'at (1/6).

Ia berharap kepada pihak pemerintah untuk bisa membantu melestarikan lencak palek agar tidak kalah dengan ranjang gaya baru. Ia mengakui, lencak palek ini jelas lebih kuat sebab semua bahan terbuat dari kayu jati.

"Yang jelas, lencak palek ini lebih kuat dari produksi pabrik," imbuh Hudi menjelaskan.

Sementara di tempat terpisah, Ta'im (46) salah satu pengrajin asal Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota juga mengeluhkan hilangnya keyakinan para pecinta budaya Madura khususnya lencak Palek.

"Kami selaku pengrajin lencak palek berharap agar warga Madura sadar untuk melestarikan lencak palek ini. Setidaknya, tidak sampai kalah dengan produk-produk tempat tidur keluaran pabrik," pungkasnya.

Ta'im juga menyayangkan minat warga yang mulai berubah pada lencak palek. Padahal dalam prosesi menuju pernikahan, imbuhnya, lencak palek merupakan deretan persayaratan utama dalam proses melamar seorang wanita.

"Dulu lencak palek ini hukumnya wajib kalau mau melamar perempuan, tapi sekarang sudah mulai ditingalkan," keluhnya.

(Zms / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini