20:48 WIB
Rabu, 22 Oktober 2014
Minggu, 19 Februari 2012 21:31 WIB

LSI: Golkar dan PKS Anggota Setgab Koalisi yang Mbalelo

Nikky Sirait
Rapat Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono.
Rapat Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono.

"Anggota lain bermain politik dua kaki, terutama Golkar dan PKS."

JAKARTA, Jaringnews.com - Dalam survei nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengenai kinerja pemerintah dan elektabilitas partai-partai, Partai Golkar dan PKS tak luput dari sorotan. Peneliti senior LSI Burhanuddin Muhtadi mengatakan, kedua partai ini tercatat sebagai partai yang tak loyal terhadap SBY.

Burhan--sapaan akrabnya mengatakan--kedua partai ini memainkan politik dua kaki. Golkar dan PKS termasuk anggota Sekretariat Gabungan (Setgab) Koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono, namun keduanya kerap bersikap mbalelo.

"Hanya PAN dan PKB yang sangat loyal terhadap pemerintahan SBY di Setgab. Anggota lain bermain politik dua kaki, terutama Golkar dan PKS," ujarnya saat memaparkan hasil survei di kantornya, Menteng, Jakarta, Minggu (19/2).

Dia pun memberi contoh sikap mbalelo anggota Setgab, yakni saat kebijakan moratorium remisi koruptor diterbitkan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin. Kebijakan ini populis, namun ditentang oleh partai-partai yang ada di Setgab.

"Ini kebijakan populis, karena akan membuat jera pelaku koruptor, dengan tidak lagi memberikan remisi, bahkan dulu sempat sampai berkali-kali remisi," tambah dia.

Sementara itu, sambung dia, persoalan yang tengah menghantam Demokrat tak jua mendongkrak kepercayaan publik terhadap partai lain. Pasalnya, sambung dia, masyarakat semakin cerdas dan melek politik. Belum tentu partai-partai lain lebih bersih dari korupsi. Akibatnya, simpati publik yang diharapkan bisa direbut partai lain karena kisruh Demokrat, urung terjadi.

"Publik menganggap partai lain belum tentu memiliki kredibilitas yang lebih baik, apalagi dalam memberantas korupsi. Partai politik lain yang ingin ambil keuntungan hanya bisa gigit jari," pungkasnya.

(Nky / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini