23:49 WIB
Kamis, 27 November 2014
Rabu, 2 November 2011 18:14 WIB

Masalah Papua Bersifat Ideologis

Ralian Jawalsen Manurung
Diskusi Komite Solidaritas Papua di Warung Daun, Cikini, Rabu (2/11). (Jaringnews/Ralian Manurung)
Diskusi Komite Solidaritas Papua di Warung Daun, Cikini, Rabu (2/11). (Jaringnews/Ralian Manurung)

JAKARTA, Jaringnews.com - Masalah yang kerap melanda Papua bukan semata-mata karena persoalan kesejahteraan, tetapi karena pemberangusan ideologi, jati diri, dan rasa keadilan orang Papua.

"Ideologi Papua adalah Injil, kalau ada Injil maka di Papua ada damai," tegas Ketua Komite Solidaritas Papua Pdt. Obednego Mauri, di Warung Daun, Jakarta, Rabu (2/11).

Bagi Obednego, selama berinteraksi dengan Indonesia, tidak ada pemberdayaan bagi masyarakat Papua. Karenanya, tegas Ketua Umum GKII Papua, selama berintegrasi dengan Indonesia, katanya, pemerintah memberdayakan masyarakat Papua.

Komite Solidaritas Papua menyerukan agar Pemerintah tidak perlu menggunakan pendekatan militer atau keamanan. Menurut Obed, pemerintah gagal membangun dan mensejahterahkan rakyat dan tanah Papua.

"(Kami minta pemerintah) menyelesaikan dan membebaskan orang-orang yang dituduh sebagai tahanan atau narapidana politik, karena tidak sesuai dengan penghormatan terhadap hak-hak sipil, dan HAM di dalam demokrasi Indonesia saat ini," tukas Obednego.

"Itu sebabnya kami tidak percaya dan menolak mediasi dari kalangan militer, birokrat atau politisi untuk masalah Papua, sebaliknya kami lebih mempercayai dan menerima kalangan rohaniawan Kristen khusus dari Indonesia Timur," tegas Obednego.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP Denny Tewu mengutarakan, gejolak di Papua tidak bisa diselesaikan dengan menggunakan kekerasan.

"Dalam mengatasi konflik yang terjadi di Papua (perlu) dilakukan dengan pendekatan spiritual dan kasih," tambahnya.

(Ral / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari