01:21 WIB
Rabu, 22 Oktober 2014
Rabu, 24 Agustus 2011 04:35 WIB

Safari Ramadhan Presiden SBY (Hari Kedua)

Militer Harus Menghormati HAM

Jaring News
Presiden SBY Mengenakan Seragam Militer
Presiden SBY Mengenakan Seragam Militer

CIPATAT, Jaringnews.com - Dalam safari Ramadhan hari ke-2, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyoroti masalah Hak Asasi Manusia (HAM). Sebagai mantan prajurit TNI AD, Presiden SBY berpesan kepada TNI untuk tetap proporsional, dengan mengenal etika dan menghormati HAM.

"Pendidikan HAM sedari awal bagi prajurit tidak boleh diabaikan," pesan Presiden SBY di Pusat Pendidikan Infanteri TNI AD di Cipatat, Jawa Barat, Selasa (23/8).

Selama berkarir di TNI, Presiden SBY mengatakan sebuah aksi peperangan yang dilakukan prajurit untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus tetap mempertahankan nilai moral dan etika. Dimana tidak melakukan aksi militer yang melebihi kepatutan sebagaimana dalam Konvensi Jenewa. Dalam Konvensi Jenewa menyatakan dasar hukum kemanusiaan harus ditegakkan dalam masa konflik bersenjata.

"Berperang janganlah melebihi kepatutannya, kalau tidak perlu buat apa dilakukan? Penduduk sipil dibuat ini dan itu, padahal tidak perlu. Tawanan perang ya tetap tawanan perang, tapi tidak perlu disakiti," ujar alumnus AKABRI 1973 ini.

Di hadapan para prajurit yang hadir dalam buka puasa bersama tersebut, Presiden SBY berpesan kepada pelatih TNI agar tetap melatih prajurit untuk berperang dengan berpedoman kepada hukum dan etika. "Ada hukum dan etika. Tidak bisa menghancurkan HAM yang tidak ikut berperang. Pelatih tetap harus melatih prajurit untuk berperang, tetapi tidak melanggar HAM".

Lanjut Presiden SBY, bahwa prajurit yang berperang sesuai hukum dan etika kemanusiaan, maka perangnya akan dimudahkan dan menang.

Namun, Presiden SBY dan para rombongan seperti Ibu Ani Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Kepala BKPM Gita Wirjawan, tetap mengutamakan perdamaian. Perang adalah pilihan terakhir yang akan ditempuh Indonesia untuk menjaga kedaulatan NKRI.

"Jangan ada masalah langsung perang. Kita bisa selesaikan secara diplomasi dan politik, untuk mempertahankan kedaulatan negara kita. Tapi kalau sudah tidak ada cara lain, prajurit harus siap tempur," tegas Presiden.

( / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari