15:16 WIB
Senin, 28 Juli 2014
Jumat, 24 Mei 2013 17:25 WIB

Mendapat Penghargaan ACF, Daniel Sparringa: Itu Bukan Tujuan Pemerintahan SBY

Johannes Sutanto de Britto
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga (Foto: Ist)
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparingga (Foto: Ist)

Presiden SBY hanya memiliki kehendak untuk melakukan yang terbaik yang ia bisa berikan kepada rakyat dan negerinya.

JAKARTA, Jaringnews.com - Rencana Appeal for Conscience Foundation (ACF), suatu yayasan antar-agama bergengsi di Amerika Serikat, yang akan memberikan penghargaan World Statesman Award pada akhir Mei ini pada Presiden SBY menimbulkan polemik berkepanjangan. Bermaksud menenangkan situasi yang makin tidak sehat, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa menyatakan bahwa Presiden SBY berbagi keprihatinan yang sama dengan sejumlah kalangan tentang masalah intoleransi dalam masyarakat Indonesia.

"Presiden berpandangan bahwa semua kelompok yang berbeda faham dan keyakinan memiliki tanggung jawab yang sama untuk memelihara harmoni sosial. Semua orang hendaknya mencegah dirinya terlibat dalam pengabaian akan pentingnya menghormati keyakinan yang dimiliki kelompok lain," tegas Daniel Sparringa dalam siaran persnya yang diterima Jaringnews.com.
 
Ia menambahkan, kesaling-pengertian dan kesaling-penghormatan adalah norma dasar dalam masyarakat majemuk. Intoleransi adalah tantangan masyarakat majemuk yang harus kita menangkan dengan membangun dialog yang setara, bukan dengan menyebarkan permusuhan dan kebencian.
 
"Presiden SBY menegaskan kembali bahwa Negara menjamin sepenuhnya kebebasan warga negara menjalankan ibadahnya sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya. Adalah peran tokoh masyarakat dan agama untuk menyemaikan perdamaian dan kerja sama di antara kelompok kelompok yang berbeda kepercayaan dan keyakinannya," imbuhnya sambil menegaskan bahwa Presiden SBY akan senantiasa bekerja dengan seluruh kekuasaan dan kewenangan yang diberikan konstitusi kepadanya untuk memastikan diakhirinya semua bentuk intimidasi dan agitasi termasuk yang melibatkan kekerasan, perusakan, dan atau penyerangan terhadap rumah ibadah dan atau terhadap keselamatan harta dan jiwa penganutnya.
 
Meskipun diakui bahwa tidak selamanya upaya itu berhasil, Presiden SBY tidak akan pernah surut melakukan semua upaya yang mengancam hak-hak warga negara untuk menjalankan ibadahnya dalam suasana aman, terbebas dari rasa takut. Presiden memerintahkan seluruh jajaran pemerintahan di pusat dan di daerah untuk menjalankan amanah undang-undang dan konstitusi dengan penuh tanggung jawab.

Presiden juga telah menginstruksikan agar aparatur kepolisian memberikan jaminan agar semua kelompok dapat memenuhi penggilan ibadahnya. Polri harus mampu memelihara kemanan dan ketertiban umum, siang dan malam.
 
"Menerima penghargaan bukan dan tidak pernah menjadi tujuan Pemerintahan SBY. Ia hanya memiliki kehendak untuk melakukan yang terbaik yang ia bisa berikan kepada rakyat dan negerinya. Dengan segala kekurangannya, baik sebagai manusia biasa maupun sebagai pemimpin, SBY ingin memenuhi komitmen konstitusional dan personalnya untuk menjaga kebhinekaan sebagai bangunan dasar dari Republik ini," tegasnya.

Penghargaan, terang Sparringa, tidak akan membuatnya silau. Cacian juga tidak akan membuatnya berkecil hati untuk menjalankan amanah dalam sisa masa kepemerintahannya. Ia hanya meminta agar semua pihak paham bahwa kemajemukan adalah sebuah berkat sekaligus tantangan.

"Kita perlu merayakan sekaligus mengelolanya. Kita perlu kontitusi dan hati yang besar untuk memajukan Indonesia," pungkasnya.

(Deb / Deb)
Diurutkan berdasarkan:
Sabtu, 1 Juni 2013 19:14 WIB
HEBAT

PRESIDEN SBY TERIMA PERHARGAAN PELECEHAN DARI KOMUNITAS YAHUDI ATAS KETIDAKMAMPUANNYA MENGATASI KEKERASAN AGAMA DI INDONESIA...KASIHAN DEH PAK SBY

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini