14:03 WIB
Selasa, 21 Oktober 2014
Rabu, 17 Juli 2013 11:41 WIB

Ketua PTMSI Prihatin dengan Kasus yang Menimpa Manjer Timnas

Nandang Permana Sidik

"Kejadian ini sungguh sangat kita sayangkan karena kita tahu bahwa olahraga pada intinya adalah sportifitas dan kebersamaan," kata Hamidi.

JAKARTA, Jaringnews.com - Caretaker Ketua Umum PTMSI, EF Hamidy mengaku prihatin dengan kasus yang dialami oleh Manejer timnas PTMSI Peter Layardi. Menurutnya, masalah olahraga seharusnya diselesaikan melalui Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) bukan ke pihak kepolisian.

"Saya merasa prihatin dengan kejadian yang menimpa manajer timnas Tenis Meja SEA Games Myanmar 2013 yaitu Peter Layardi. Kejadian ini sungguh sangat kita sayangkan karena kita tahu bahwa olahraga pada intinya adalah sportifitas dan kebersamaan," kata Hamidi.

Dengan ada kejadian ini, Hamidi meminta kedua belah pihak untuk mengedepankan penyelesaian kekeluargaan dan introspeksi diri dan melakukan rekonsilisai untuk mencari kesepakatan. Apalagi, kejadian saat ini tidak lepas dari kegiatan olahraga yang mengedapankan sportifitas dan fair play.

"Kita sayangkan juga kegiatan olahraga disangkutpautkan dengan kriminalisasi. Ini harus kita hindarkan secara bersama-sama. Saya berharap semua pihak kembali ke marwah olahraga," lanjutnya.

Sebenarnya, menurut Hamidi, pihak KONI sudah memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak ini. Namun, saat itu salah satu pihak meminta waktu untuk melakukan komunikasi  ke dalam kubunya masing-masing.

"Sebelumnya juga kita sudah melaporkan masalah ini kepada Menpora. Saya tidak mengerti permasalahan olahraga ujung-ujungnya kriminalisasi, tuntut menuntut. Ini tidak dikenal dalam olahraga. Baru kejadian pertama kali, kejadian ini pertama kali terjadi. Masa kejadian olahraga dikaitkan dengan kriminalitas, nalar saya tidak jalan," tandasnya.

Di beritakan sebelumnya, pengurus lama yang tergusur Datok Sri Taher merasa tidak puas atas pelengserannya sebagai ketua umum saat Munaslub PTMSI di Surakarta pada 24 hingga 25 September 2012.

Dia pun melakukan pelawanan balik dengan melakukan praktek kriminalisasi terhadap penggerak kubu lainnya yang kini menjabat manajer timnas Tenis Meja SEA Games Myanmar 2013, Peter Layardi. Datok diduga merekayasa pengaduan seolah-olah mantan Wasekjen PTMSI, Irianto Waroka mendapatkan perbuatan tak menyenangkan dari Peter.

Padahal rekaman video saat berlangsung kericuhan, Peter tidak berada di lokasi dan yang melakukan tindakan tidak menyenangkan sudah ada yang mengakui bernama Hasmi. Permasalahan tersebut langsung dilaporkan ke polisi dan ditangani oleh Mabes Polri.

Anehnya empat orang saksi yang diperiksa oleh kepolisian semua berasal dari kubu Waroka. Peter sendiri mengaku belum diperiksa sekalipun dan dengan mudah kasus ini dinyatakan lengkap atau P-21.

Tak hanya itu tanpa pernah di sidang, Ketua Majelis Hakim yang juga menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat Amril SH memerintahkan Jaksa untuk menahan Peter tanpa alasan yang jelas.

(Nps / Riz)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini