17:10 WIB
Sabtu, 19 Mei 2012
Kamis, 2 Februari 2012 12:59 WIB

Kerusuhan di Liga Mesir, 74 Orang Tewas

Rizki Hidayat
Pemain Al-Ahly berhamburan keluar lapangan setelah dikejar-kejar oleh suporter Al-Masry
Pemain Al-Ahly berhamburan keluar lapangan setelah dikejar-kejar oleh suporter Al-Masry

"Ini bukan lagi sepakbola. Ini perang dan orang-orang meregang nyawa di depan kami."

PORT SAID, Jaringnews.com - Sebanyak 74 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka dalam kerusuhan yang terjadi di pertandingan antara Al-Masry kontra Al-Ahli, Rabu (1/2/2012) waktu setempat. Bahkan, insiden yang mengerikan ini menarik perhatian FIFA yang menyebut kejadian ini sebagai 'hari yang kelam dalam dunia sepakbola'.

Kerusuhan ini terjadi setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, dimana Al-Masry menang 3-1 atas Al-Ahli. Tak lama berselang puluhan ribu suporter Al-Masry menyerbu lapangan dan mulai melemparkan batu, botol dan kembang api ke arah pendukung Al-Ahly.

Akibatnya, ribuan suporter dilarikan ke rumah sakit dan 74 di antaranya harus meregang nyawa. Menurut pihak medis setempat, kebanyakan korban meninggal dunia akibat adanya tusukan benda tajam serta terinjak-injak oleh orang-orang yang panik.

"Korban tewas kini telah mencapai 74, termasuk satu polisi, dalam kerusuhan setelah pertandingan antara Al-Ahly dan Al-Masry," jelas pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Mesir seperti dilansir Yahoo 7 News.

Salah seorang penyerang Al-Ahly, Mohamed Abo Treika bahkan menyebut  tragedi ini seperti sebuah peperangan bukan lagi pertandingan sepakbola.

"Ini bukan lagi sepakbola. Ini perang dan orang-orang meregang nyawa di depan kami. Tidak ada tindakan, tidak ada keamanan, dan tidak ada ambulans," kata Mohamed Abo Treika.

"Saya meminta agar liga dihentikan. Situasi ini mengerikan dan kejadian hari ini tidak akan pernah bisa dilupakan," tambahnya.

Insiden yang mengerikan ini juga menarik perhatian Presiden FIFA, Sepp Blatter. Bahkan, Blatter menyebut kejadian di Port Said tersebut merupakan hari yang kelam dalam dunia sepakbola. Dia juga berharap agar kerusuhan seperti ini tidak kembali terulang, tidak hanya di Mesir tapi juga di seluruh dunia.

"Saya sangat terkejut dan sedih mengetahui malam ini bahwa sejumlah besar pendukung sepak bola telah meninggal atau terluka," ujar Blatter.

"Ini adalah hari yang kelam dalam dunia sepakbola seperti situasi bencana tak terbayangkan, dan ini tidak boleh terjadi lagi," sambungnya.

Selain di Port Said kerusuhan sepakbola juga terjadi di ibukota Mesir, Kairo. Laga antara Zamalek versus Ismaily harus dihentikan, setelah insiden yang melibatkan Al-Ahly dan Al-Masry merebak. Akibatnya, ribuan suporter Zamalek murka dan langsung melakukan aksi pembakaran di tribun penonton.

Untuk lihat videonya, klik di sini.

(Riz / Kru)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini