14:33 WIB
Senin, 1 September 2014
Jumat, 28 Februari 2014 11:24 WIB

Polisi Memburu Backing Mafia Solar Bersubsidi

Edy Suprayitno
Bareskrim Polri (Foto - Jaringnews/Syahrial Mayus)
Bareskrim Polri (Foto - Jaringnews/Syahrial Mayus)

Dua tersangka yang berhasil ditangkap mengaku menyuap petugas SPBU sebesar Rp 10 ribu setiap membeli 100 liter solar subsidi.

SEMARANG, Jaringnews.com - Setelah sukses membongkar pencurian dan penimbunan solar bersubsidi, kini polisi mulai memburu otak dan backing kejahatan tersebut. Saat ini petugas Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang terus memetakan SPBU yang terlibat penimbunan solar bersubsidi itu.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto mengatakan bahwa upaya itu dilakukan sebagai tindak lanjut pengakuan tersangka, Ribut (30) dan Damar (43). Saat diinterogasi, kedua tersangka mengaku menyuap petugas SPBU sebesar Rp 10 ribu setiap membeli 100 liter solar subsidi.

"SPBU-nya dimana saja dan apakah benar petugas SPBU memang seperti itu (disuap), semua masih diselidiki" kata Wika di kantornya, Mapolrestabes Semarang.

Ditambahkan, tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan pihak lain. Dan jika petugas atau bahkan pengelola SPBU tahu dan dengan sengaja menjual kepada pelaku, bisa juga terkena jeratan hukum.

Sementara itu Asisten Manajer External Relationshop Manager PT Pertamina  Marketing Operation Region IV Jawa Tengah-DIY, Robert MV Dumatubun justru berharap polisi bisa membongkar tuntas kasus itu.

"Apabila penyidikan polisi terbukti, kami sangat gembira dan oknum operator dapat diberhentikan dan diserahkan kepada kepolisian. Sedangkan SPBU-nya akan kita beri pembinaan sesuai ketentuan yang secara urut mulai dari teguran lisan, tertulis, skorsing, atau PHU berdasar kesalahannya," kata Robert.

Ditambahkan, Pertamina sangat mengapresiasi langkah kepolisian dan ingin bekerja sama. Penelusuran ke petugas dan pengelola SPBU itu akan semakin banyak mengungkap penyelewengan BBM bersubsidi.

"Semakin banyak polisi dapat membongkar penyelewengan, maka semakin baik dan kepentingan masyarakat akan BBM juga semakin baik terdistribusikan dan tidak diselewengkan," ujarnya.

Ribut dan Damar ditangkap petugas Polsek Semarang Barat  saat  membawa solar ke arah Ngaliyan di Jalan Walisongo hari Kamis (20/2) lalu. Alat yang mereka gunakan adalah Mobil pikap Isuzu Panther bernopol H 181 IMF yang bagian belakangnya terdapat tangki berkapasitas 1.000 liter dengan lubang di atas dan bagian belakangnya. Agar tidak ketahuan, tangki tersebut ditutup menggunakan terpal hitam.

Dua pelaku itu mengaku membeli solar bersubsidi di sejumlah SPBU di Kendal seharga Rp 5.500 per liter kemudian dijual kepada pembeli yang mayoritas pengusaha proyek di Mijen dengan harga Rp 6.000 per liter. Mereka mendapatkannya dengan cara menyuap petugas dengan imbalan Rp 10 ribu setiap pembelian 100 liter solar bersubsidi.
 

(Eds / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini