00:02 WIB
Kamis, 17 April 2014
Rabu, 12 Juni 2013 18:00 WIB

27 Pegawai di Dinas Ciptaru dan Dinas BPMESDM Diperiksa Kejati

Rhobi Shani
Kantor DBMPESDM Kabupaten Jepara (Jaringnews/Rhobi Sani)
Kantor DBMPESDM Kabupaten Jepara (Jaringnews/Rhobi Sani)

Kejati Jawa Tengah juga melakukan penggeledahan di beberapa tempat guna mencari bukti tambahan.

JEPARA, Jaringnews.com – Kasus korupsi di Dinas Ciptaruk dan Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM (DBPMESDM) Kabupaten Jepara oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, belum memunculkan nama tersangka baru. Hingga hari ini, Rabu (12/6), rekanan yang sudah ditetapkan tersangka yaitu Hadhir, pemilik CV Jujur Jaya Mandiri. Sementara itu, sejumlah rekanan dan pegawai di lingkungan dinas berkait masih menjalani pemeriksaan.

Sebanyak 27 pegawai diperiksa di gedung pertemuan Kejari Jepara. Mereka terdiri atas 10 pegawai Dinas BMPESDM dan 17 pegawai Dinas Ciptaruk. Pemeriksaan saksi-saksi ini merupakan lanjutan pemeriksaan atas saksi sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Kasi Pidsus Kejari Jepara Sunarno.

“Dari pihak rekanan yang ditetapkan sebagai tersangka Hadhir,” ujar Sunarno.

Sementara itu, Kasi Penyidikan Kejati Jateng Sugeng Riyanta menyampaikan bahwa selain melakukan pemeriksaan pihaknya juga akan melakukan penggeledahan. Itu dilakukan guna mendapatkan alat bukti yang dapat mendukung pemeriksaan berkait kasus korupsi di dua dinas tersebut.

Sugeng menambahkan, beberapa titik penggeledahan salah satunya di rumah rekanan Haryanto di Gang Puntodewo D5 Perumahan Kuwasharjo Kelurahan Kuwasen Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara.

“Pemeriksaan tetap dilanjutkan selama penggledahan, personil dipecah ada yang melanjutkan pemeriksaan dan melakukan penggledahan,” ujar Sugeng.

“Setelah pemeriksaan kami akan melakukan evaluasi, jika memang perlu data tambahan kami akan turun lagi,” imbuh Sugeng.

Dalam pemeriksaan itu, Sugeng mengaku membawa sembilan personil. Sebanyak empat personil memeriksa kasus di Dinas Ciptaruk dan empat personil memeriksa di DBMPESDM, dan satu tenaga tata usaha.

(Rhs / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini