18:35 WIB
Selasa, 2 September 2014
Kamis, 7 Maret 2013 13:48 WIB

Warga Tuntut 15 Terdakwa Pengrusakan CV Guci Mas Dibebaskan

Rhobi Shani
Warga Desa Bandungharjo, Donorojo, Jepara, menunggu sidang di mushola Pengadilan Negeri Jepara. (Jaringnews/Rhobi Shani)
Warga Desa Bandungharjo, Donorojo, Jepara, menunggu sidang di mushola Pengadilan Negeri Jepara. (Jaringnews/Rhobi Shani)

Ratusan warga Bandungharojo Datangi PN beri Dukungan Moral Pada 15 Terdakwa Pengrusakan kantor CV Guci Mas.

JEPARA, Jaringnews.com - Ratusan warga Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Kamis (7/3), menggreduk kantor Pengadilan Negeri (PN) Jepara. Kedatangan mereka tidak hendak berdemo, melainkan memberikan dukungan moral kepada 15 terdakwa kasus perusakan CV Guci Mas.

Sembari menunggu sidang digelar, warga yang terdiri atas ibu-ibu dan bapak-bapak serta anak-anak itu hanya berduduk di mushola dan di halaman PN. Datangnya ratusan warga Bandungharjo ke PN Jepara bukan kali yang pertama.

Setiap kali digelar sidang dengan terdakwa Idham Cholik, Budiman Hariyanto, Andi Pramono, M Syaifuddin, Heri Susanto, Upik Hidayat, John Seno, Agus Lisgiyantoro, Khoirul Imam, Kiswanto, Sudarni, Hartono, Budi Lestari, Faridatul Muntafiah, dan Rismawanto mereka selalu datang. Bahkan, dalam persidangan pekan kemarin, ratusan warga berdoa bersama dan melakukan aksi teatrikal di depan PN.

“Kali ini kita datang memberikan dukungan moral kepada rekan-rekan kami, agar hakim membebaskan dari segala tuntutan hukum,” ujar Asyari, salah satu warga Desa Bandungharjo.

Ashari menambahkan, rekan-rekannya itu bukanlah pelaku kriminal, melainkan korban kriminalisasi. Demo penolakan penambangan pasir besi yang dilakukan CV. Guci Mas di desanya setahun silam itu, berujung pada ditetapkannya 15 warga Desa Bandungharjo menjadi terdakwa.

“Rekan kami dituntut enam bulan dengan masa percobaan 10 bulan, karena melanggar pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum,” kata Asyari,

“Kami meminta hakim untuk tidak mengabulkan tututan Jaksa itu dan membebaskan rekan kami,” imbuhnya.

Lebih lanjut Asyari menyampaikan, selama dalam proses persidangan tak ada keterangan saksi yang memberatkan terdakwa. Saksi yang dihadirkan dalam persidangan mengaku tak pernah melihat langsung para terdakwa melakukan pengrusakan kantor CV Guci Mas.

Selain itu, barang bukti yang dihadirkan di tengah-tengah persidangan pun tak cukup kuat memberatkan terdakwa. Barang bukti berupa linggis dan batang bambu, tak ada satupun yang diakui oleh terdakwa digunakan saat berdemo.

“Foto yang ditunjukan dalam persidangan pun tidak menunjukan adanya aktifitas pengrusakan,” papar Asyari.

Begitu tiba waktu siding dengan agenda tanggapan pledoi penasehat hukum dan terdakwa, ratusan warga Donorojo pun berbondong-bondong memasuki ruang sidang.

(Rhs / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini