18:34 WIB
Selasa, 2 September 2014
Sabtu, 12 Januari 2013 20:47 WIB

Vonis Ringan Tak Membuat Koruptor Jera

Nugraha Sihombing
Angelina Sondakh dalam sidang putusan hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, 10 Januari 2013 (Jaringnews/Dwi Sulistyo)
Angelina Sondakh dalam sidang putusan hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, 10 Januari 2013 (Jaringnews/Dwi Sulistyo)

Hukuman terhadap pelaku korupsi di Indonesia tidak membuat para koruptor kapok.

JAKARTA, Jaringnews.com - Pakar Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk mengatakan vonis ringan yang dijatuhkan oleh hakim di Pengadilan Tipikor tidak membuat para korputor jera. Hal itu pun terlihat pada Angelina Sondakh yang tampak bahagia menerima putusan hakim.

Seperti diketahui Angie dituntut 12 tahun penjara serta denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan oleh jaksa. Angie didakwa menerima uang sebesar US$ 2,35 juta serta Rp 12,58 miliar dari Grup Permai.

Uang tersebut diberikan secara bertahap dalam kurun waktu Maret 2010 hingga bulan November 2010, untuk mengurus proyek pengadaan sarana dan prasarana di Kemenpora serta sejumlah proyek di Kemendiknas.

Tapi vonis hakim jauh dari tuntutan jaksa. Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp 250 juta rupiah subsider kurungan selama 6 bulan kepada mantan Puteri Indonesia tersebut.

"Ini bertolak belakang dengan ketika dituntut 12 tahun penjara. Coba kalau di vonis sesuai dengan tuntutan jaksa, tentu dia akan berteriak tidak terima akan putusan hakim, dan akan bernyayi, " kata Hamdi dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (12/1).

Dia mengemukakan, kasus korupsi di Indonesia kecenderungannya tidak memberatkan pelaku korupsi. Sehingga, lanjut Hamdi, hukuman terhadap pelaku korupsi di Indonesia tidak membuat para koruptor kapok.

"Dengan vonis ringan ini maka akan membuat para koruptor di Indonesia tidak kapok, karena tidak ada efek jera," ujarnya.

(Nug / Riz)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini