00:04 WIB
Sabtu, 1 November 2014
Kamis, 10 Januari 2013 17:56 WIB

Pernyataan Farhat Abbas Tebar Kebencian Etnis Tertentu

Ralian Jawalsen Manurung
Farhat Abbas
Farhat Abbas

Pernyataan Farhat merupakan pernyataan kebencian kepada etnis tertentu, yakni Cina.

JAKARTA, Jaringnews.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPP PITI) Anton Medan menyesalkan dengan pernyataan  Farhat Abbas di twitter yang dinilai menebar kebencian terhadap etnis Cina.

"Seharusnya, Farhat sebagai pengacara yang mengerti hukum memberi contoh yang baik kepada masyarakat, bukan menebar kebencian," ujar Anton, sebelum memasuki ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/1).

"Saya Islam, tapi saya Cina. Bukan Ahok saja yang Cina, banyak yang Cina. PITI minta agar Farhat minta maaf ke seluruh media. Ini buat pelajaran buat Farhat," ujar lelaki keturunan kelahiran Tebing Tinggi itu.

Anton mengemukakan, sebanyak 26 cabang PITI di 26 provinsi dengan jumlah 1,3 juta anggota merasa tersinggung atas pernyataan suami Nia Daniati tersebut.

Dalam siaran pers DPP PITI dengan Nomor: 003/SP/DPP PITI/I/2013 yang ditandatangani Anton, dikatakan bahwa pernyataan Farhat merupakan pernyataan kebencian kepada etnis tertentu, yakni Cina, yang seharusnya tidak dilakukan oleh yang bersangkutan.

Seharusnya, jelas rilis PITI, terkait plat nomor DKI 2 tidak perlu menggunakan kata Cina dengan penekanan menggunakan tanda seru karena pemahamannya menunjukkan kebencian yang bersangkutan kepada etnis Cina, bukan juga semata pada Ahok.

"Bahwa pernyataan Farhat Abbas akan kami laporkan melalui Polda Metro Jaya agar dimasa mendatang kehidupan dan kerukunan masyarakat dapat terjaga dan penggunaan isu SARA dalam hal apa pun benar-benar dilarang dan dihapuskan dari bumi pertiwi yang kita cintai," pungkasnya.

Farhat, jelasnya, diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1 UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Penghapusan diskriminasi RAS dan Etnis, dan Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

(Ral / Nky)
Diurutkan berdasarkan:
Kamis, 10 Januari 2013 20:24 WIB
anwarsyah nur

Farhat seorang pengacara, Muslim lagi, dan seorang Muslim gak pantas ngomong seperti itu. Tampak Farhat sangat sentimen dgn etnis tertentu padahal hal ini sangat dilarang dalam Islam. Pengacara kok gitu? bahkan mencalonkan diri pula sebagai Capres. Farhat tolong urus aja istri-istrimu ketimbang ngurisin orang lain rasis lagi. Mengaku ahli hukum tapi malah melanggar hukum baik hukum dunia maupun hukum Islam.

Sabtu, 12 Januari 2013 12:01 WIB
Garda Republik

INI ORANG CARI MAKAN DARI MEMBELA PARA KORUPTOR DAN BANDAR2 NARKOBA.....SEKARANG MEMBUAT STATEMENT KAYAK ORANG GK SEKOLAH....ORANG INI PALING NAJIS DI NERAKA!!!!!! KAGA TAU MALU!!!!!

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini