09:14 WIB
Sabtu, 29 November 2014
Senin, 10 Maret 2014 17:48 WIB

Andi Mallarangeng Terancam 20 Tahun Penjara

Luska Mujidayanti
Sambil memegang surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Andi A Mallarangeng memperhatikan JPU, Jakarta (10/3), (Jaringnews/ Dwi Sulistyo). JPU menuntut Andi menyalahgunakan kewenangan dalam kasus proyek Hambalang
Sambil memegang surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Andi A Mallarangeng memperhatikan JPU, Jakarta (10/3), (Jaringnews/ Dwi Sulistyo). JPU menuntut Andi menyalahgunakan kewenangan dalam kasus proyek Hambalang

Terdakwa telah menyalahgunakan kewenangan atau kesempatan selaku Menpora sekaligus sebagai pengguna anggaran (PA)pada Kementerian Pemuda dan Olah Raga.

JAKARTA, Jaringnews.com - Jaksa Penuntut Umum menjatuhkan 20 tahun penjara terhadap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Alfian Mallarangeng, lantaran diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum, dan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.

Hal tersebut dikatakan oleh Jaksa I Kadek Wiradana saat membacakan surat dakwaan  Andi Mallaranggeng, di sidang  Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/3/2014).

Menurut Kadek hal tersebut sesuai dan telah diatur  dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

"Terdakwa telah menyalahgunakan kewenangan atau kesempatan selaku Menpora sekaligus sebagai pengguna anggaran (PA)pada Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) dalam proses penganggaran dan pengadaan barang atau jasa proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatugan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat,"tambah Kadek saat membacakan dakwaan.

Dalam kasus ini,  Andi Mallarangeng diduga telah menyalahgunakan wewenang jabatannya untuk mengatur proses penganggaran dan pengadaan barang/jasa proyek P3SON seperti pengadaan jasa konsultan perencana, pengadaan jasa konsultan manajemen konstruksi dan pengadaan jasa konstruksi untuk memenangkan perusahaan tertentu.

Dalam proyek ini Andi diduga telah mendapatkan uang korupsi Sebesar Rp 4 miliar dan US$ 550 ribu, yang diterima melalui adik kandungnya  Choel Mallarangeng.
 

(Lus / Nvl)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari