18:03 WIB
Kamis, 28 Agustus 2014
Senin, 10 Oktober 2011 14:23 WIB

24 Orang Tewas, Mesir Berlakukan Jam Malam

Johannes Sutanto de Britto
BENTROK. Umat Nasrani Mesir terlibat bentrok dengan tentara dan polisi anti huru-hara Mesir saat aksi unjuk rasa menentang penyerangan sebuah gereja di Mesir selatan (Antara/Jaringnews)
BENTROK. Umat Nasrani Mesir terlibat bentrok dengan tentara dan polisi anti huru-hara Mesir saat aksi unjuk rasa menentang penyerangan sebuah gereja di Mesir selatan (Antara/Jaringnews)

KAIRO, Jaringnews.com - Pemerintah Mesir memberlakukan jam malam bagi warganya dan kabinet melakukan pertemuan darurat pada Senin (10/10) ini menyusul kerusuhan yang mengguncang Mesir, Minggu, 9/10 kemarin. Bentrok terburuk pasca penggulingan Presiden Mesir Hosni Mubarak kemarin menewaskan sedikitnya 24 orang dan 200 orang lainnya terluka.

Bentrok masa dengan aparat keamanan bermula dari aksi warga Kristen atas pembakaran sebuah gereja di Provinsi Aswan. Umat Kristen Koptik menuding kelompok radikal Islam mendalangi pembakaran itu.

Ribuan warga Kristen melakukan long march dari distrik Shubra di sebelah utara Kairo menuju kompleks stasiun televisi nasional di Lapangan Maspero. Para pengunjuk rasa menuntut Dewan Militer Mesir memecat Gubernur Aswan yang lalai atas pembakaran gereja tersebut.

Unjuk rasa berakhir rusuh karena massa yang juga menuntut pengunduran diri Dewan Militer Mesir, Jenderal Mohammad Tantawi itu diserang sekelompok orang yang berpakaian preman.

Bentrok terus menyebar hingga ke daerah lain karena tindakan aparat yang arogan. Massa mencongkel trotoar dan menyerang aparat keamanan dengan batu. Sejumlah kendaraan bermotor juga dibakar massa.

Aparat keamanan tidak kalah beringas. Mereka menembakkan peluru karet dan gas air mata ke kerumunan massa. Tidak hanya sebatas itu, mereka juga menembak dengan cara membabi buta.

Agar kerusuhan tidak terus berlanjut, Perdana Menteri Essam Sharaf meminta warga Mesir untuk tidak terpengaruh dan hanyut dalam kekerasan sektarian ini. Yang kini terjadi, menurutnya, bukan bentrok antara warga Muslim dan Kristen, tetapi upaya provokasi oknum atau kelompok tertentu untuk memecah belah warga Mesir.

(Deb / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari