18:36 WIB
Selasa, 2 September 2014
Senin, 17 Desember 2012 11:50 WIB

Kelompok Islamis Mesir Klaim Menangkan Referendum Putaran Pertama

Johannes Sutanto de Britto
Pemilih wanita di Kairo (Foto:AFP)
Pemilih wanita di Kairo (Foto:AFP)

Front Penyelamat Nasional Mesir mengatakan "tidak mengakui hasil tidak resmi".

KAIRO, Jaringnews.com - Kelompok Islamis yang mendukung konstitusi baru Mesir mengklaim memenangkan referendum putaran pertama pada Sabtu pekan lalu. Sayangnya, klaim kemenangan itu disertai dengan protes keras dari oposisi yang menduga terjadi pelanggaran. Massa opoasisi pun akan kembali menggelar protes nasional jelang putaran kedua.

Hasil referendum sementara menunjukkan bahwa 56,5 persen warga Mesir memilih piagam rancangan konstitusi yang baru. Sebanyak 51 juta pemilih Mesir telah memilih pada Sabtu pekan lalu. Klaim kemenangan kelompok Islamis ini disampaikan oleh Partai Kebebasan dan Keadilan, cabang partai politik Ikhwanul Muslimin yang dipimpin oleh Presiden Mohammed Mursi.

Reaksi keras datang dari kelompok oposisi. Front Penyelamat Nasional Mesir mengatakan "tidak mengakui hasil tidak resmi" dan akan menunggu penghitungan resmi, setelah putaran kedua pemungutan suara pada Sabtu mendatang.

Oposisi pun meminta warga Mesir untuk kembali turun ke jalan pada Selasa besok untuk membela kebebasan mereka, mencegah penipuan dan menolak rancangan konstitusi.

Kepala Front Penyelamatan Nasional Mesir yang juga mantan Kepala Badan Energi Nuklir PBB Mohamed ElBaradei melalui akun tweeternya berkicau "negara terpecah. Penyimpangan sangat mencolok. Jumlah pemilih rendah. Kekecewaan pada kaum Islamis meningkat.

Penyimpangan-penyimpangan putaran pertama juga diakui sejumlah kelompok hak asasi manusia Mesir dan kelompok pemantau referendum.

(Deb / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini