02:14 WIB
Minggu, 27 Juli 2014
Rabu, 14 Maret 2012 15:26 WIB

Lewat Rusia, AS Beri 'Kesempatan Terakhir' bagi Iran

Budi Fernando Tumanggor
Tentara militer Rusia
Tentara militer Rusia

Militer Rusia pada saat ini sudah dikondisikan dalam keadaan 'siap dimobilisasi'.

MOSKOW, Jaringnews.com – Amerika Serikat (AS) meminta Rusia memperingatkan Iran agar bersikap kooperatif dalam forum negoisasi mengenai program nuklir Iran dengan negara anggota P5+1 (AS, Inggris, Rusia, Perancis, China, dan Jerman) April mendatang. Bagi AS, hal ini semata-mata agar serangan militer terhadap Iran urung dilakukan.

Komersant’s Daily--salah satu media Rusia--menyebutkan, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton telah telah menyampaikan peringatan tersebut kepada Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Clinton menegaskan, pertemuan di April nanti merupakan 'kesempatan terakhir' untuk menyelesaikan krisis nuklir Iran. Hal ini disampaikan AS kepada Rusia karena AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran.

Pihak Rusia tidak menjelaskan mengenai tindakan atau aksi militer apa yang sekiranya akan dijatuhkan kepada Iran jika menolak bekerja sama kali ini.

Terkait dengan waktu dan tempat pembicaraan Iran dengan negara anggota P5+1, hal ini masih dalam pembahasan dan belum diputuskan. Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu berharap agar pembicaraan itu benar-benar dilakukan pada bulan April.

Rusia sebelumnya selalu memperingatkan konsekuensi terjadinya bencana akibat bahaya nuklir bila aksi militer tetap dijalankan. Karena itulah, Rusia kerap menyerukan jalan diplomasi untuk menyelesaikan konflik ini.

Namun, Komersant's Daily menyatakan, militer Rusia pada saat ini sudah dikondisikan dalam keadaan 'siap dimobilisasi' untuk melindungi negara dari segala efek dari aksi militer ini. Sebuah komisi khusus juga telah dibentuk Rusia untuk menyusun segala strategi yang akan dijalankan untuk menjamin keamanan warga Rusia.

(Bft / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini