07:07 WIB
Sabtu, 20 Desember 2014
Rabu, 23 November 2011 13:10 WIB

Awas, Asia Jadi Panggung Kekuatan China Dan Amerika

Johannes Sutanto de Britto
Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq dalam diskusi bertajuk Indonesia Di Tengah Himpitan Kekuatan Amerika Dan China di Aula Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (23/11). (Jaringnews/J. Sutanto)
Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq dalam diskusi bertajuk Indonesia Di Tengah Himpitan Kekuatan Amerika Dan China di Aula Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (23/11). (Jaringnews/J. Sutanto)

Penempatan pasukan marinir Amerika di Australia mendatangkan kekhawatiran kawasan Asia Tenggara.

JAKARTA, Jaringnews.com - Kehadiran kekuatan China di tengah upaya Amerika menjaga dominasinya bisa melahirkan benturan peradaban atau justru sebaliknya.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Eksekutif MAARIF Institute Fajar Riza Ul Haq sebelum acara diskusi bertajuk "Indonesia Di Tengah Himpitan Kekuatan Amerika Dan China" di Aula Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta, Rabu, 23/11.

Ia menambahkan, perkembangan China akan sangat mewarnai hubungan antar peradaban dalam jangka waktu 30-40 tahun ke depan.

China dalam arti tertentu menjadi ancaman bagi kawasan Asia Tenggara. Begitu pula Amerika yang begitu agresif ikut campur dalam urusan di Asia Tenggara akan memperkeruh situasi.

Penempatan pasukan marinir Amerika di Australia mendatangkan kekhawatiran kawasan Asia Tenggara.

Fajar berpendapat, dalam situasi semacam ini Indonesia harus cerdas dan teliti. Indonesia harus berperan aktif dalam menentukan masa depan dunia.

Kawasan Asia Tenggara menurutnya jangan dijadikan panggung pertarungan kekuatan-kekuatan besar saat ini.

(Deb / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini